Ini Dia Kendaraan Politik Mahfud-Sri Mulyani

mahfud md sri mulyani

Apa kendaraan politik mereka?

Lemparan gagasan saya soal bagaimana menyandingkan Mahfud MD dan Sri Mulyani (MMD-SIM) pada pilpres 2014 langsung mendapat todongan pertanyaan substansial: Mereka akan maju dengan kendaraan politik (parpol) apa? Bukankah parpol tidak akan mendukung secara gratis? Bukankah parpol akan lebih memilih kader-kadernya sendiri? Kalau tidak ada yang mau mencalonkan, bukankah sulit membuat parpol baru?

Semua dasar argumentasi dari pertanyaan atau pernyataan tsb benar adanya. Golkar sudah pasti akan menjagokan Aburizal Bakrie. PDIP tidak tertutup kemungkinan akan kembali menjajal peruntungannya dengan memajukan Megawati untuk kesekian kalinya, sebab Puan standarnya masih dianggap terlalu “hijau” & pesonanya belum sekuat ibunya. Demokrat masih menjadi misteri karena sulit menyebut Anas sebagai capres 2014 karena sinyal itu tidak tampak sama sekali dari SBY.

Sementara partai-partai mediocre spt PAN, PKS, PPP, PKB dan partai-partai kecil seperti Hanura & Gerindra, kemungkinan besar tidak akan mencalonkan capresnya sendiri. Mereka akan lebih memilih siapa calon terkuat dan itulah yang akan didukung. Pilpres 2009 memberi pelajaran, jangan maju dengan kekuatan politik tanggung, apalagi mengusung calon yang tidak populer.

Dalam kondisi semacam di atas, bagaimana mengangkat MMD-SIM? Yang saya cermati, pada pilpres 2009 lalu soal elektabilitas sudah menjadi wacana vital dan strategis. Survei-survei yang menjagokan SBY di posisi utama (meski sempat diabaikan dalam wacana publik) ternyata sungguh menjadi alat ukur bagi pengajuan capres. Tetapi karena begitu dominannya elektabilitas SBY, sementara parpol-parpol besar seperti PDIP & Golkar tidak mau kehilangan muka, mereka toh memaksakan kandidat yang elektabilitasnya minim. Dan sudah bisa ditebak, kekuatan-kekuatan politik mediocre yang taktis sudah tahu siapa yang mesti didukung.

Belajar dari gejala demokrasi pasar zaman sekarang, tampaknya popularitas dan elektabilitas capres sangat menentukan. Survei-survei LSI 2009 membeberkan temuan sangat menarik, bahwa ketokohan kandidat melampaui batas-batas idiologis dan kepartaian. Sekalipun itu sering dibantah habis-habisan oleh partai-partai yang terdeteksi konstituennya menyeberang, toh fakta pascapilpres membuktikan capres favorit berdasar survei menang dengan perolehan suara jauh melebihi suara partainya sendiri.

Sekali lagi ini menegaskan, siapapun yang memiliki popularitas tinggi dan secara survei elektabilitasnya juga tinggi, maka dia berpeluang menang dalam pemilihan. Sesuai dengan temuan survei dan fakta pascapemilihan, tokoh populer bisa menyedot suara dari konstituen partai lainnya, demikian pula tokoh yang diajukan partai sndiri bisa saja ditinggalkan oleh konstituennya. Ini memberi sinyal kuat, calon-calon dari luar partai berpeluang mendapatkan suara dari mana saja.

Berangkat dari uraian di atas, maka kunci dari pencapresan MMD-SMI adalah pada upaya menaikkan popularitas dan tingkat elektabilitas mereka. Apabila gerakan pemopuleran dan peningkatan elektabilitas tersebut bisa dilakukan mulai dari sekarang, tidak tertutup kemungkinan nama pasangan ini akan segera muncul dalam survei-survei pilpres.

Dan ketika popularitas serta elektabilitas meningkat di posisi tiga besar misalnya, parpol-parpol yang belum jelas sikapnya akan dengan sendirinya datang kepada kandidat ini. Kendaraan politik terpecahkan. Tidak perlu susah payah bikin parpol baru, tidak perlu dulu mengemis dukungan pada parpol-parpol yang untuk sekarang masih jual mahal. Elektabilitas adalah kartu truf karena pada dasarnya semua parpol yang memajukan calon tidak ingin kandidatnya kalah.

Tiga tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk memuluskan kandidasi MMD-SMI yang tanpa parpol ini dibanding mission imposible yang dilakukan tim sukses JK-Wiranto dalam pilpres 2009 lalu, yang hanya punya waktu kurang dari tiga bulan.

Pertanyaannya sekarang, strategi macam apa yang bisa dikembangkan oleh para simpatisan dan pendukung MMD-SMI untuk meningkatkan elektabilitas dalam menyongsong pilpres 2014? Bagaimana menurut Anda? Anda punya usulan…? Mari diskusikan..[tj]

* Baca artikel sebelumnya: Menyandingkan Mahfud MD dan Sri Mulyani di Pilpres 2014.

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Gagasan Strategis, Wahana Politik Pilpres 2014. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ini Dia Kendaraan Politik Mahfud-Sri Mulyani

  1. Pingback: Plus Minus Parpol Baru untuk Mengusung Mahfud MD-Sri Mulyani di Pilpres 2014 | Sri Mulyani – Mahfud MD for President 2014

  2. b kusuma says:

    kalau smi ok, kalau mahfud, saya ragu, mengingat perseteruan dengan koleganya sendiri, arsyad di MK. kalau bisa jangan yang berlatar belakang ilmu hukum , capresnya.. kenapa bukan SMI saja presiden dan cawapresnya dari non jawa dan non muslim sekalian.. jadi kalau mau perubahan jangan tanggung2.. di AS saja Obama bisa ( padahal minoritas ), masa di sini tak bisa.. katanya negara demokrasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s