Strategisnya MMD-SMI Center Menuju 2014

Partisipasi masyarakat harus mendapat ruang seluas-luasnya.

Dalam discussion board grup Facebook “Sri Mulyani Indrawati untuk 2014” saya temukan ide Rudy Harjuna yang cukup menarik. Intinya pemberi ide menyarankan supaya para simpatisan atau tokoh-tokoh pendukung SMI membentuk semacam lembaga think tank, mirip apa yang dibentuk Soeharto (CSIS) di jaman Orba dan SBY (Blora Center) sebelum naik menjadi presiden.

Walau sebenarnya ini bukan ide baru sama sekali, tetapi menarik juga untuk didiskusikan lebih jauh mengingat banyak juga tokoh-tokoh nasional yang membentuk lembaga-lembaga kajian sejenis ini, seperti Akbar Tanjung Center, Habibie Center, Wahid Center, dll. Bahkan bisa dibilang, pembentukan Srimulyani.net oleh Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) juga perwujudan dari ide membuat lembaga think tank tersebut.

Dalam konteks memajukan MMD-SMI atau masing-masing dari mereka, lembaga think tank ini bisa difungsikan sebagai:

1.       Kanal produsen isu dan pewacanaan.

2.       Lembaga survei politik.

3.       Sentra pemetaan dan perumusan strategi politik.

4.       Sentra pengorganisasian dukungan dan relawan.

5.       Sentra pengorganisasian events.

6.       Pusat kajian kebijakan publik.

7.       Penyelenggara kuliah-kuliah umum si tokoh.

8.       Sentra partisipasi para intelektual (yang sering jengah dengan politik partisan secara terang-terangan).

9.       Lembaga pemberi award sesuai visi-misi.

10.   Kanal relasi dan kampanye media.

11.   Dan bila perlu sebagai dapur pembentukan partai, dan masih banyak lagi manfaatnya.

Lalu kapan dan bagaimana membentuknya? Siapa saja inisiatornya dan yang bisa bergabung? Menurut saya, semakin awal dibentuk semakin bagus. Sebab, selain memberikan bentuk konkrit dari sebuah gerakan dukungan, hal ini memberi ruang gerak para aktivis di dalamnya untuk segera menggariskan langkah-langah strategis ke depan.

Bagaimana membentuknya? Forum-forum jejaring sosial (semacam Mahfud MD, MMD-SMI for President 2014, KPI SMI, Sri Mulyani Indrawati untuk 2014,) ternyata bisa menjadi cikal-bakal pembentukan forum-forum dan kemudian bisa dikristalkan menjadi lembaga yang dimaksud. Sejauh ini kita semua sudah melihat bobot forum KPI SMI dalam mengadakan events dan menggema di media massa. Forum-forum diskusi di antara para tokoh pendukung juga mungkin dibentuk menjadi lembaga think tank ini.

Siapa para inisiatornya, bisa siapa saja yang tergerak untuk aktif di lembaga ini. Tokoh-tokoh patronase selalu dibutuhkan pada awalnya, sekalipun motor penggeraknya nanti tetap para sukarelawan dan simpatisan yang fokus di dalamnya. Siapa saja yang bisa bergabung, ya pastilah mereka-mereka yang terpanggil untuk memberi sumbangan pemikiran dan hal lainnya bagi pengembangan institusi ini. Semakin diperlebar partisipasi, kemungkinan semakin kuat dan cepat pula perkembangannya.

Kemudian berapa banyak formasi semacam MMD-SMI membutuhkan lembaga think tank ini? Apabila ada satu yang cukup kuat dan berpengaruh, itu bagus. Tetapi kalau ternyata partisipasi masyarakat tumbuh semarak dengan inisiatif dan warnanya masing-masing, hal itu juga perlu diwadahi. Sifat pelembagaan menjadi bootom up dan melebar sehingga berpeluang menjangkau semakin banyak kalangan. Pada tahap-tahap awal, hal semacam itu harus ditoleransi. Ketika mendekati kompetisi yang sesungguhnya, barulah lembaga-lembaga think tank utama menjalankan fungsi koordinasi dan sinkronisasi.

Bagi tokoh-tokoh yang belum atau tidak diback-up oleh partai politik, ide seperti ini sangat strategis. Keberadaan institusi think tank ini seperti menciptakan identitas dan mengukuhkan bahwa tokoh yang didukung ini bukan “tokoh mengambang”, tetapi benar-benar memiliki back-up kelembagaan. Apakah ini penting? Jelas penting karena ketika tokoh-tokoh kredibel ini harus deal dengan kekuatan-kekuatan politik, deal kelembagaan (bukan personal) kemungkinan bisa menaikkan bobot negosiasi dan bargaining position mereka.

Itu sumbangan pemikiran saya untuk masing-masing pendukung MMD dan SMI, atau para pendukung MMD-SMI sebagai sebuah ide formasi pencapresan tahun 2014. Dan satu lagi, dalam proses pencalonan tokoh di posisi puncak, kita perlu selalu mengembangkan sifat inklusif terhadap berbagai warna partisipasi warga masyarakat. Sebab, kita akan mewacanakan dan memajukan sosok-sosok yang nantinya akan mengabdi untuk semua kalangan. Salam.[tj]

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Gagasan Strategis, MMD-SMI Center. Bookmark the permalink.

2 Responses to Strategisnya MMD-SMI Center Menuju 2014

  1. robi says:

    strategi apa yang diusung ,, kedua orang ini kalau disandingkan kelihatannya seperti air dan minyak ,, yang satu penjaga konstitusi , yang satu pembelot konstitusi … tapi yang namanya politik setiap saat bisa berubah ,, kalau saya rindu dengan seorang pemimpin yang kembali ke akarnya , kembali ketugas dia sebagai pemimpin .. dan sri mulyani bukanlah orang yang seperti itu ,, makin rusak tatanan konstitusi kita…

    • Pendapat anda kurang akurat, kecuali jika anda sgt kenal dekat dg masing2 pihak tersebut. Mahfud MD adl orang yg diakui integritas & kredibilitasnya, dan dia secara terbuka menyatakan dukungannya kepada SMI utk jd presiden. Sangat tdk mungkin seorang berintegritas & penjaga konstitusi mendukung dg sungguh2 sesosok yg anda sebut pembelot konstitusi. tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s