Kita Perlu Pemimpin Gaya Mahfud MD

Ketua MK Mahfud MD dianggap punya integritas tinggi dan layak memimpin negeri ini

Oleh Prof Dr Syofyan Saad, MPd.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD  melapor ke KPK terkait temuan dugaan suap dari tim investigasi tim investigasi internal MK  yang diketuai Refly Harun. Sementara KPK sendiri menyatakan dengan tangan terbuka siap menerima laporan itu. Tindakan Mahfud itu sebagai reaksi atas hasil investigasi yang menghasilkan empat rekomendasi, salah satunya bila ditemukan pelanggaran pidana perlu ditindaklanjuti ke KPK.

“Tim menghargai apa yang diambil MK, karena baru pertama kali ada sebuah lembaga meminta membentuk tim independen untuk melihat dan melacak lebih jauh, apa ada dugaan seperti yang disinyalir Refly Harun. Ini perlu diapresiasi,” kata anggota tim investigasi, Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (9/12/2010).

Bambang menilai, Ketua MK melakukan terobosan. Mahfud berani mengambil risiko atas apapun akibat yang muncul dari hasil tim investigasi. Dalam jumpa pers hadir Adnan Buyung Nasution, Refly Harun, Saldi Isra, dan juga Mahfud MD. “Kami mengemukakan seharusnya begini akuntabilitas lembaga negara yang ditujukan pada pencari keadilan,” kata Bambang. Tim, lanjut Bambang sebagaimana dilangsir detik.com, melakukan investigasi tentu atas adanya izin dari Mahfud. Langkah membuka diri ke publik oleh MK harus dipuji.

Mahfud MD sebagai Ketua MK memang telah menunjukkan karakter pribadi yang tegas, lugas, dan terbuka kepada publik. Biarpun lembaganya dituding tidak lepas dari kasus suap, dia malah meminta langsung kepada si pembuka kasus, Refly Harun, untuk memimpin sendiri Tim Investigasi dalam upaya membuktikan kebenaran kasus tersebut. Tidak hanya itu, Mahfud MD juga meminta sendiri kepada Refly mencari anggota tim sesuai pilihannya siapapun itu, termasuk memberikan perlindungan untuk menghindari berbagai tekanan yang mungkin didapat.

Kesungguhan Mahfud menjawab tudingan atas adanya suap di MK patut diberi ancungan jempol. Berani jugakah lembaga kepolisian dan kejaksaan, melakukan tindakan serupa? Mahfud melakukan tindakan membentuk tim yang benar-benar independen tersebut juga dengan menyampaikan ultimatum terhadap dirinya sendiri, yaitu bilamana satu saja dari tiga kasus suap benar-benar  melibatkan Hakim Konstitusi, dia menyatakan siap langsung mundur sebagai Ketua MK.

Alhamdulillah, ternyata 3 kasus suap yang dibeberkan Refly Harun belum terbukti, walau ada temuan lain yang mengarah pada suap di MK meski tidak secara langsung melibatkan Hakim Konstitusi. Berdarkan hal ini, Mahfud MD merasa tidak perlu merealisasikan ancaman mundur sebagai Ketua MK. Tentunya, kita sendiri tidak berharap Mahfud mundur karena dia sudah berupaya membeberkan secara transparan berbagai hal tentang kemungkinan lembaga yang dia pimpin terlibat kasus suap.

Gaya kepemimpinan Mahfud MD memang kini terbilang langka, terutama dalam hal sikap antisipatif, reaksi cepat yang ditunjukkan ketika mencuat kasus yang dapat merusak citra lembaganya. Apalagi hal ini menyangkut citra lembaga hukum yang kini banyak disorot masyarakat luas. Melihat berbagai penanganan kasus seperti mafia pajak Gayus Tambunan, Anggodo versus KPK, rekening gendut pejabat Polri, dan Bank Century yang terkesan  banyak yang menguap, membuat publik meragukan adanya keseriusan dalam penegakan hukum, terlebih dalam pemberantasan korupsi.

Malah Prof Dr JE Sahetapy SH MA, pakar dan praktisi hukum pidana melalui wawancara televisi menuding pemerintah hanya asal omong membrantas korupsi tetapi jauh dari kenyataan. Tanpa ragu-ragu, Prof Sahetapy menuding Presiden SBY tidak serius, hanya janji-janji dalam memberantas korupsi tanpa menunjukkan sikap dan tindakan yang tegas dan lugas menghadapi mafia hukum.

Hal tersebut berbeda dengan Mahfud MD yang dengan penuh percaya diri justru mengambil inisiatif untuk membongkar, menemukan atau membuktikan kebenaran sinyalemen ada suap di MK. Tindakan Mahfud MD itu sudah jelas mengangkat figurnya sebagai tokoh yang tidak sekadar bicara, namun bersikap cepat, tegas dan lugas menghadapi tudingan terhadap MK.

Kasus kemungkinan ada suap di MK masih berlanjut. Tentunya kita berharap persoalan ini benar-benar serius diarahkan pada substansi masalah yang terkait kasus suap, bukan focus kepada Refly Harun. Terlepas ada tidak adanya keterlibatan Hakim Konstitusi, apa yang ditulis Refly Harun lewat Kompas patut juga diapresiasi oleh MK. Jadi, jangan sampai malah ada pula upaya serius memperkarakan atau malah mempidanakan  Refly Harun.

Biarpun tudingan Refly tidak sepenuhnya  mengandung fakta atau tidak ada bukti yang kuat atas dugaan suap, tetap saja Refly dinilai telah menunjukkan keberanian membuka adanya potensi  kebobrokan di lembaga penegak hukum. Boleh saja Hakim Konstitusi tidak terlibat kasus suap namun tetap kasus suap dianggap ada, meski itu dilakukan oleh aparat pegawai MK dalam tingkatan apapun. Bukankah, upaya Refly Harun itu sebagai suatu keberanian membuka kasus suap?

Jangan sampai citra positif yang sudah ditunjukkan Mahfud MD sekarang ini menjadi negative, bila isu suap di MK diakhiri oleh pempidanaan Refly Harun. Jika ini yang terjadi, tentu akan ditanyakan kesamaannya dengan Susno Duadji yang malah dipidanakan, sementara kasus yang dia ungkap hanya yang tingkat bawah saja diperkarakan.

Kita kini memang tidak hanya memerlukan pemimpin yang berani, tegas dan lugas tetapi juga sekaligus yang punya kearifan, tidak emosional, apalagi dendam. Mahfud MD patut berterimakasih kepada Refly Harun karena  memberi peluang  buatnya unjuk gigi kepemimpinannya, bagaimana menyikapi tudingan kebobrokan atas lembaga yang dia pimpin. Kita kini butuh contoh-contoh atau teladan dari pemimpin berkarakter, punya integritas, dan sekaligus kearifan yang tinggi.

Bahkan, bila sikap Mahfud MD konsisten sebagaimana ditunjukkan terakhir ini, masyarakat cukup merasa mendapat  tokoh penghibur kekecewaan, tatkala demikian kesal melihat prilaku pemimpin lainnya  yang tidak tegas, lemah, beda ucapan dengan perbuatan, hanya sibuk membangun citra luar tapi lemah kepribadiannya.

Bukan tidak mungkin, tokoh semacam Mahfud MD layak untuk tampil pada pilpres 2014. Begitu pula tokoh seperti Bambang Widjojanto  yang juga telah menunjukkan pribadi berkarakter, punya integritas, tatkala dia menolak tawaran Presiden SBY untuk memimpin Komisi Kejaksaan. Orang yang menolak jabatan, apalagi cukup bergengsi karena dalih moral dan etika, layak untuk diberi apresiasi tinggi. Mudah-mudahan saja, tokoh pribadi berkarakter lainnya terus bermunculan, sebagai “pelipur” kekecewaan rakyat atas pemimpin yang jauh dari harapan. Semoga!*

Madina, 26 Desember 2010.

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Ulasan tentang Mahfud MD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s