Forum Rektor Indonesia Dukung Mahfud MD Pimpin KPK

Mahfud dinilai sebagai sosok yang memiliki track record dan integritas bersih, berpengalaman sebagai pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif, memiliki keberanian, dan punya latar belakang akademisi di bidang hukum yang sangat kuat.

Okezone, Rabu, 9 Juni 2010 – 05:26 wib.

JAKARTA – Forum Rektor Indonesia (FRI) menetapkan lima nama dari kalangan akademisi yang dinilai layak dan mampu karena memiliki track record, integritas bersih, pengalaman, dan keberanian, untuk diajukan sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka dianggap memiliki kualifikasi dan kompetensi dalam pemberantasan korupsi.

Mereka adalah, Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Anggota Wantimpres Jimly Asshiddiqie, Guru Besar Fakultas Hukum UI Hikmahanto Juwana, dan Pakar Hukum Tata, dan Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra.

“Kami dari Forum Rektor Indonesia sudah sepakat menetapkan lima nama itu. Pertimbanganya, karena mereka dipandang cukup mampu dan layak untuk dicalonkan,” kata Ketua Dewan Pertimbangan FRI Edy Suandi Hamid, Selasa (8/6/2010).

Pertemuan Forum Rektor Indonesia dihadiri oleh seluruh pengurus, yakni Ketua Dewan Pertimbangan FRI Edy Suandi Hamid dari Universitas Islam Indonesia (UII), Ketua FRI Chairil Effendy dari Universitas Tanjungpura. Sementara Anggota Dewan Pertimbangan FRI adalah Djoko Santosa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Sofian Effendi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Anggota Dewan Pertimbangan lainnya, Eko Budihardjo dari Universitas Diponegoro (Undip), Wibisono Hardjopranoto dari Universitas Surabaya, Suharyadi dari Universitas Mercu Buana, Thoby Mutis dari Universitas Trisakti, Badia Perizade dari Universitas Sriwijaya, dan Zulkifli Husin dari Universitas Bengkulu.

Edy Suandi menuturkan, dalam pertemuan itu, FRI memiliki tiga agenda pembahasan. Pertama, menyangkut surat permintaan pansel KPK yang meminta FRI agar mengirimkan nama-nama dari kalangan akademisi sebagai calon pimpinan KPK. Kedua, soal usulan pemberian uang aspirasi sebesar Rp15 miliar kepada masing-masing anggota dewan. Terakhir, soal reformasi birokrasi. “Tiga poin itu yang di bahas oleh FRI,” kata Edy Suandi.

Rektor dari UII ini menyakini, kelima nama yang ditetapkan sebagai calon pimpinan KPK, memiliki kualifikasi dan kompetensi seperti yang diidealkan oleh lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Kelimanya, kata dia, memiliki track record baik, keberanian, pengalaman, serta cukup teruji memimpin satu lembaga pemerintah. “Kita ingin memberikan yang terbaik buat bangsa,” ungkapnya.

Edy Suandi juga mengungkapkan, sebagian nama yang diusulkan FRI tersebut sudah dihubungi dan diminta kesedianya sebagai capim KPK. Namun, mereka mengaku belum bisa memberikan jawaban saat ini karena masih harus berpikir. “Sebagian masih berpikir-pikir antara ambil atau tidak,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) juga mengusulkan Ketua MK Mahfud MD menjadi calon Ketua KPK. Pasalnya, Mahfud dinilai sebagai sosok yang memiliki track record dan integritas bersih, berpengalaman sebagai pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif, memiliki keberanian, dan punya latar belakang akademisi di bidang hukum yang sangat kuat. “Kami sudah mengusulkan Mahfud dalam FRI di Hotel Le Meridien, Jakarta, hari ini,” kata Ketua Umum APTISI Suharyadi.

Menurut Rektor UMB ini, dengan berbagai kriteria dan alasan itu, figur Mahfud dinilai mampu memimpin KPK yang benar-benar membutuhkan figur yang berani dan tegas dalam menindak koruptor, serta mempunyai jiwa yang mengakar dalam memberantas korupsi. “Ini yang dibutuhkan institusi KPK. Kalau dalam konteks kepemimpinan bangsa, saya pikir jika Pak Mahfud jadi Ketua KPK, banyak yang bisa menggantikan Pak Mahfud untuk menjadi Ketua MK. Ketua KPK lebih sulit dicari ketimbang Ketua MK, karena budaya korupsi sudah mengakar pada bangsa ini di segala lini,” kata Suharyadi.

Sekretari Pansel KPK Achmad Ubbe mengaku sangat menunggu nama-nama dari kalangan akademisi untuk mendaftarkan diri sebagai capim KPK. Sebab, sampai saat ini, kalngan akademisi masih sangat minim. “Kita harapkan secepatnya lima nama itu segera mendafarkan diri. Waktunya sudah sangat mepet,” kata Achmad Ubbe saat ditemui di Sekretriat pansel KPK di Kemenkumham, Jakarta.

Menurut Ubbe, nama-nama yang akan diajukan FRI tersebut dinilai cukup kapabel dan memiliki track recor baik. Apalagi, mereka berasal dari lembaga tinggi Negara yang cukup dihormati keberadanya. “Mudah-mudahan itu yang masuk. Kita sangat menunggu orang-orang seperti itu,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Pansel KPK Patrialis Akbar meminta Forum Rektor Indonesia untuk memberikan nama-nama yang kompeten agar mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK. Langkah ini sebagai upaya jemput bola untuk merangkul akademisi yang dinilai relatif lebih bersih.

Menurut Patrialis, para akademisi yang diundang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia yang sudah terakreditasi A. Upaya ini, menurutnya, merupakan langkah konkret untuk mencari calon-calon pimpinan KPK yang mumpuni dan berintegritas tinggi. “Saya berharap, orang-orang baik mendaftar, mengikuti seleksi. Orang baik harus muncul, jangan di balik selimut terus,” ucapnya.

Sementara itu, dua calon yang diusulkan FRI, Ketua KY Busyro Muqoddas dan mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie mengaku belum bisa memberikan kepastian terkait tawaran FRI untuk dicalonkan sebagai capim KPK. Keduanya mengaku masih berpikir menerima atau tidak tawaran tersebut. “Belum terpikirkan,” ungkap keduanya singkat.

Semetara, Ketua MK Mahfud MD saat dikonfirmasi secara tegas menolak tawaran FRI itu. Mahfud mengaku masih ingin mengabdi pada lembaga yang menanguingi saat ini. “Saya tidak akan mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK,” tegasnya.

Seperti diketahui, pendaftaran calon pimpinan KPK yang dibuka sejak 23 Mei lalu didominasi kalangan advokat. Pansel mencatat beberapa advokat telah mendaftarkan diri. Mereka di antaranya Henry Yosodiningrat, Otto Cornelis Kaligis, Yusuf Asyid, Alamsyah Hanafiah, Bonaran Situmeang, Eggi Sujana, Pangihutan Nasution, Farhat Abbas, Alam P Simamora, dan Cacang S Murtado.

Hingga kemarin, tercatat sudah ada 78 orang dari berbagai kalangan mendaftarkan diri menjadi pimpinan KPK. Data tertulis pendaftaran calon pimpinan KPK yang ditempel di sekretariat pansel di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, menyebutkan, sampai 8 Juni 2010 pukul 16.00 WIB, sebanyak 78 pendaftar itu telah melengkapi dan menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia. Mereka berasal dari berbagai kalangan, yaitu pegawai negeri, advokat, Polri/TNI, akademisi, dan hakim.

Panitia juga mencatat,sebanyak 355 orang telah mendatangi sekretariat Pansel. Sebagian besar dari mereka hanya menanyakan informasi seleksi calon pimpinan KPK dan hanya sebagian kecil yang menyerahkan berkas pendaftaran. Selain kalangan advokat, sejumlah tokoh yang sudah mendaftar antara lain Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan mantan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen (Purn) Weni Warouw. Rencananya, pendaftaran akan dibuka hingga 14 Juni 2010.

Panitia seleksi sendiri akan mencari dua calon pimpinan KPK. Kedua calon itu nantinya akan dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diteruskan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Setelah itu, DPR akan memilih satu orang untuk dilantik menjadi pimpinan KPK.
(M Purwadi/Koran SI/lam)

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s