Ketua MK Raih Muharram Award

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md, meraih Muharram Award dari Universitas Islam As Safiiyah (UIA) Jakarta

Sosbud / Kamis, 23 Desember 2010 14:16 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md, meraih Muharram Award dari Universitas Islam As Safiiyah (UIA) Jakarta, Kamis (23/12). Mahfud dinilai sukses menunjukkan citra cendekiawan muslim yang transformatif dan inspiratif.

“Mahfud berani menegakkan nilai-nilai Islam seperti kebenaran, keadilan dan anti-KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sebagai amanat Reformasi 1998,” kata Rektor UIA tuty Alawyah dalam sambutan peresmian Kajian Islam dan Arab (LEMKIA) di UIA.

Tutty mengatakan, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara terbukti budaya KKN merusak sendi kehidupan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. “Korupsi tidak hanya melawan hukum, tapi juga berdampak besar bagi hak asasi manusia sehingga layak disebut kejahatan terhadap kemanusiaan karena telah merampas hak dan hajat hidup masyarakat,” kata Tutty.

Terkait peran LEMKIA UIA, ia mengharapkan lembaga itu dapat berkontribusi dalam penelitian dan kajian ke-Islaman yang aplikatif, aktual, dan responsif sesuai kebutuhan umat Indonesia.

“LEMKIA diharapkan dapat mengajak mitra kerja dan berpartisipasi dengan lembaga penelitian dan pengembangan, baik di Kementerian Agama RI, Kementerian Luar Negeri RI, serta Kementerian Pendidikan Nasional RI dalam merespons isu-isu sosial keagamaan, prospek hubungan Indonesia dengan negara-negara Arab, serta perdamaian dunia,” katanya.

Selain itu, Tutty juga ingin mendorong upaya LEMKIA untuk dapat bermitra strategis dengan DPR RI Komisi VIII yang membidangi agama dan sosial agar dapat merumuskan dan memberi masukan atau bahkan kritik konstruktif seputar Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berkepentingan bagi kehidupan umat dan keharmonisan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menegaskan bahwa budaya korupsi telah mengakar saat pemerintah orde baru mengaplikasikan pemerintahan secara militer.

“Namun, penelitian saya menghasilkan kesimpulan bahwa pada tahun 1950-an, hukum dapat ditegakkan, bahkan menteri pun dapat dijatuhi hukuman,” katanya.

Menurut dia, korupsi ada dua macam, yakni korupsi konvensional atau mengambil uang negara dan merugikan masyarakat dan korupsi non-konvensional yang berwujud pada sifat sombong dan kediktatoran.

“Islam melalui Rasulullah SAW mengajarkan keadilan dalam menghakimi dan menghindari budaya KKN secara nyata, karena itu hijrah menuju kebaikan amat penting dilakukan oleh bangsa Indonesia,” katanya.

Dengan adanya langkah kerja sama antara lembaga kajian Islam dengan pemerintah diharapkan dapat membantu Indonesia “hijrah” ke arah yang lebih baik menjadi negara yang terbebas dari budaya KKN serta berkeadilan.

Universitas Islam As Safiiyah didirikan oleh seorang ulama besar Betawi, Almarhum Kyai Haji Abdullah Syafii, yang mendorong kajian Islam secara inspiratif dan responsif terhadap tuntutan dan dinamika zaman yang terus berkembang.

Sementara LEMKIA UIA sendiri memiliki hubungan yang erat dengan sejumlah negara Timur Tengah sehingga dapat menjembatani hubungan Indonesia dengan negara Arab secara lebih erat.(Ant/ICH)

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Integritas Mahfud MD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s