Ada Parpol Ancam Kebiri MK

Ketua Mahkamah Konstitusi

Mahfud MD: MK tidak dapat diancam oleh siapapun karena MK memiliki independensi yang tidak bisa diganggu oleh pihak manapun

JPNN, Rabu, 29 Desember 2010 , 08:31:00.

JAKARTA – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali mengungkap perihal ancaman yang diterima dia dan lembaga MK. Kali ini, Mahfud menunjuk langsung bahwa pihak yang mengancam adalah partai politik. Meskipun dia enggan menyebutkan secara eksplisit parpol mana yang menebar ancaman itu.

Mahfud hanya menjelaskan bahwa ancaman datang dari parpol yang sering kalah dalam sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) di MK. Lembaga yang dipimpin Mahfud ini mendapat pengalihan kewenangan menyelesaikan sengketa pilkada dari Mahkamah Agung sejak akhir 2008. Putusan MK terkait pilkada bersifat final.

Selama ini MK sering menganulir kemenangan pasangan calon dalam pilkada jika dianggap melakukan kecurangan masif dan terstruktur. Di banyak daerah MK memerintahkan digelarnya pemungutan suara ulang. Bagi parpol pengusung dan calon yang sudah dinyatakan sebagai pemenang pilkada oleh KPUD, tentu sulit menerima kenyataan kemenangannya dianulir oleh MK dan harus mengungikuti pilkada ulang.

Nah, dalam konteks inilah ancaman dilayangkan parpol kepada MK. Parpol yang sering kalah ini mengancam akan mengkebiri kewenangan MK melalui revisi Undang-Undang Nomor 24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi. ”Silahkan saja MK dikebiri melalui undang-undang. Toh, di sini kami bisa judicial review atas undang-undang itu,” kata Mahfud yang ditemui wartawan di ruangannya, kemarin.

Dia melanjutkan, masyarakat pasti akan mengajukan judicial review ke MK jika undang-undang yang dibuat oleh DPR dianggap merugikan. Lalu, pasal-pasal yang merugikan akan dicabut oleh MK. ”Saya punya pengalaman judicial riview sehari. Diperiksa jam 10 pagi, divonis jam 4 sore,” tegas Mahfud.

Mantan Menteri Pertahanan serta Menteri Kehakiman dan HAM di era Presiden Abdurrahman Wahid ini menjelaskan, pengalaman memutus judicial review yang super cepat itu diungkapkannya untuk menunjukkan bahwa MK tidak bisa diancam. ”MK tidak dapat diancam oleh siapapun karena MK memiliki independensi yang tidak bisa diganggu oleh pihak manapun,” tegasnya.

Adanya ancaman dari parpol untuk mengebiri kewenangan MK ini bukan satu-satunya ancaman yang diungkap Mahfud. Sebelumnya, Mahfud mengaku mendapat acaman dari seseorang menjelang putusan perkara uji materi Undang-Undang Nomor 16/2004 tentang Kejaksaan. Hal itu diungkapnya dalam rapat kerja Satgas Anti-mafia Hukum di Istana Bogor, Rabu (22/12/2010) silam.

Saat itu, mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra menggugat keabsahan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung. Sang pengancam, kata Mahfud, meminta MK menyatakan Hendarman sah sebagai Jaksa Agung hingga berakhirnya masa pemerintahan 2014 mendatang. Namun MK memutuskan Hendarman tidak sah lagi menjabat Jaksa Agung sejak putusan dibacakan.

Kini, banyak kalangan mendesak Mahfud membuka identitas pengancam itu, dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Jika tidak, Mahfud dianggap berbohong dan mengada-ada soal ancaman yang diterima dirinya dan MK. Namun Ketua MK ini menanggapi enteng desakan tersebut.

Menurutnya, ancaman itu kasus kacangan alias kecil. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi sampai dilaporkan ke polisi. Dia menyatakan ingin fokus membongkar dugaan kasus suap dan pelanggaran etika yang disebut-sebut melibatkan hakim MK. ”Kalau saya membesar-besarkan ancaman yang diterima MK, malah nanti saya disebut membelokan kasus,” kilah Mahfud. (dri)

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Mahfud MD dan Mahkamah Konstitusi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s