Ketika Buyung Nasution Lebih “Gayus” Daripada Gayus!

Pepatah mengatakan: Memang Lidah Tak Bertulang

Lagi-lagi nurani saya tersentak melihat dagelan terbaru dari pengakuan Gayus di televisi sore tadi. Banyak isu baru dan agak aneh diungkap dlm pengakuan yg sepertinya sudah disiapkan dengan rapi itu. Tetapi saya ingin menyorot satu isu saja, yaitu bantahan Gayus bahwa dirinya ditekan oleh Satgas untuk menyeret perusahaan-perusahaan Bakrie.

Bantahan Satgas Mafia Hukum jelas, dan saya tidak perlu ungkap lagi di sini karena kita bisa dapatkan lengkap dg mudah di media online. Tetapi saya ingin membuktikan satu saja bantahan Satgas terkait pembelaan Adnan Buyung Nasution, tokoh yang selama ini saya kagumi kiprahnya.

Adnan Buyung menegaskan dalam pembelaannya terhadap statement Gayus hari ini, bahwa Satgaslah yang memaksanya untuk mengait-ngaitkan dan menyebut-nyebut perusahaan Bakrie. Kutipannya begini:

-> Buyung  mengaku heran, mengapa selama ini kasus Gayus hanya diarahkan dan diekspos secara selektif kepada tiga perusahaan di bawah Grup Bakrie: Bumi Resources, Kaltim Prima Coal, dan Arutmin.

Dalam persidangan juga, lanjut Buyung,  Gayus juga bersaksi bahwa dia menangani 149 wajib pajak. Dari jumlah itu, 44 perusahaan ditangani langsung. “Jadi, dari 44 perusahaan itu kenapa yang diekspos hanya perusahaan Bakrie Group? Ini persoalan,” kata Buyung.

Pengacara senior ini menegaskan bahwa  jika semua semua perusahaan itu dibongkar, baru di situ akan terbuka bahwa jaringan mafia pajak di Indonesia sudah begitu menggurita. “Anehnya tidak dibongkar,” ujar Buyung (http://fokus.vivanews.com/news/read/200287-gayus-menantang-satgas-mafia-hukum).

Penasaran dg itu, saya coba search di Google, ada nggak sih statement yang berkaitan dengan itu? Ah ternyata tidak sampai 10 menit saya temukan kliping yang tegas-tegas menunjukkan bahwa di muka persidangan Buyunglah yang menyebut perusahaan-perusahaan Bakrie itu di persidangan November 2010 lalu dan dia komplain mengapa kok cuman Gayus saja yang dipersoalkan, bukan mafia pajak tiga perusahaan Bakrie tersebut. Kutipannya ini:

-> -Pengacara Gayus H. Tambunan, Adnan Buyung Nasution, meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memanggil tiga perusahaan Grup Bakrie ke persidangan. Menurut pengacara senior itu, kesaksian PT Bumi Resources, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin Indonesia penting untuk menguak aliran dana ke rekening Gayus.

Buyung menyebut Denny Adrianz, Vice President Finance PT Bumi Resources, sebagai salah seorang yang perlu jadi saksi. “Dialah yang tahu aliran dana dari Grup Bakrie ke Gayus,” kata Buyung di hadapan majelis hakim yang dipimpin Albertina Ho kemarin. “Dari mana uang Rp 25 miliar yang diblokir itu.” (http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/11/16/brk,20101116-292125,id.html)
Sampai di sini, saya tidak mau beropini lebih jauh karena anda para pembaca sudah bisa menilai & menyimpulkan sendiri bagaimana posisi si Abang dalam kasus pengakuan Gayus, punyakah integritas? Maaf Bang Buyung, saya tidak bodoh, dan kali ini saya tidak percaya anda, apalagi Gayus yang anda bela itu. [tj]

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Opini Blog. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s