Sri Mulyani Cium Tangan JK

Sri Mulyani dan Jusuf Kalla: pertentangan tiada akhir.

JAKARTA – Lebaran tiba, lupakan dulu soal polemik atau silang pendapat. Itulah yang terjadi dalam open house di kediaman dinas Wapres Jusuf Kalla (JK), Minggu (20/1). Saat itu, di antara pejabat negara yang datang, tampak Plt Menko Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.  Kedatangannya jelas menarik perhatian wartawan. Sebab, dalam kasus Bank Century, Sri Mulyani sempat bersilang pendapat dengan JK.

 

Ketika itu, JK menyatakan kepada wartawan bahwa dirinya tak dilapori Sri Mulyani soal pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun untuk Bank Century yang saat ini menjadi skandal. Tapi, dalam kesempatan lain, Sri mengungkapkan kepada wartawan bahwa dirinya sudah melapor ke JK soal pengucuran dana Rp 6,7 triliun tersebut.

Silang pendapat itu kemarin seakan dilupakan oleh JK dan Sri. Ketika datang bersama keluarganya di kediaman JK, Ani (panggilan akrab Sri Mulyani) langsung mencium tangan JK. Selanjutnya, dia juga mencium pipi Ny Mufidah Kalla. Kedatangan Ani kemarin mendapat tepuk tangan dari para wartawan. Di antara sejumlah pejabat negara yang datang, selain Ani, Menko Kesra Aburizal Bakrie juga mendapat tepuk tangan meriah dari para wartawan.

Kedatangan Ical (panggilan akrab Aburizal) menarik perhatian wartawan karena dia disebut-sebut menyabotase kampanye pemenangan JK-Wiranto dalam pilpres lalu. Begitu datang, Ical berpelukan erat dengan JK sambil tertawa lepas.

Acara open house di kediaman dinas JK kemarin dimulai sekitar pukul 09.30 setelah JK dan istri bersilaturahmi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara. Didampingi putrinya, Chairani, dan putranya, Solichin, JK dan Ny Mufidah menyambut tamu-tamunya di depan pintu. Sekadar bersalaman dan bercengkerama satu dua patah kata, tamu-tamu langsung digiring ke ruang tengah yang dipenuhi hidangan khas Lebaran.

Tamu istimewa yang datang ke kediaman Jusuf Kalla adalah wakil presiden terpilih Boediono, ketua tim sukses kampanye SBY-Boediono yang juga Mensesneg Hatta Rajasa, serta anggota penasihat tim kampanye SBY-Boediono sekaligus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi.

Menyusul di belakang Boediono, barisan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Di antaranya, Menkominfo Mohammad Nuh, Menhub Jusman Safii Djamal, Menhan Juwono Sudarsono, Menkes Siti Fadilah Supari, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menpora Adhyaksa Dault, serta Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta. Mantan Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tandjung juga bersilaturahmi dengan JK.

Pejabat lain yang hadir, antara lain, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Susno Duadji, Ketua MK Mahfud M.D., Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, serta Ketua DPR Agung Laksono. Hadir pula ketua dewan penasihat sekaligus calon ketua umum DPP Golkar Surya Paloh. Calon ketua umum lainnya, Hutomo Mandala Putra (Tommy), tidak terlihat hadir. (noe/kum)

Sumber: JPNN.com, Senin, 21 September 2009 , 02:15:00.

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Sisi Lain Sri Mulyani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s