Kuda Troya Tuduhan Bohong & Skenario Pemakzulan SBY

pemakzulan SBY

Muaranya adalah pemakzulan SBY dan kekuasaan

Saya iseng mencoba menggunakan cara-cara menganalisis para pengamat politik atau politisi Senayan dlm menggeber teori konspirasi. Begini hasil bongkaran skenarionya…

A. Para aktivis politik/oposan menyusun isu 9/18 daftar kebohongan pemerintah. Mrk sgt paham teori komunikasi politik & bagaimana pilihan kata bisa sangat berpengaruh dlm memberi efek kejut (triger) di benak publik. Mrk juga tahu persis siapa yg bs digunakan utk mem-blowup isu tersebut & siapa komunikator yg paling strategis. Front communication; mengingatkan pemerintah… behind communication; lihat akhir tulisan.

B. Para aktivis politik menggandeng tokoh agama yg lebih mudah diterima masyarakat (dan juga media massa) karena otoritas moral & persepsi kemurnian/kejujuran mereka. Suara tokoh agama diprediksi akan sangat menohok pemerintah dan mungkin jg cocok sekali dg konteks semboyan partai penguasa “nasionalis-religius”. Siapa berani mencurigai maksud baik tokoh agama?

C. Daftar sudah disusun, tokoh agama sudah bersedia, media massa diundang utk meledakkan efek komunikasinya. Tidak peduli tokoh agama punya rumusan sendiri dg 7 kritik mereka, toh redaksional aktivis pasti lbh menggigit di mata media massa yg sdh ada dalam arus besar framing negatif thd pemerintah. Media massa (yg krn sifat kepemilikannya & sifat logika kapital media) beberapa di antaranya mudah sekali dikompori utk masuk ke pencitraan negatif SBY scr masif. Tuduhan bohong, tokoh agama, dan media massa seperti menjadi kuda troya aktivis politik… dengan atau tanpa disadari..

D. Respon sebagian masyarakat cukup gegap gempita, terbukti kemudian bermunculan berbagai gerakan anti kebohongan kpd pemerintah, dan juga daftar2 lainnya yang lebih banyak. Dan seperti diskenariokan, gerakan moral yg digelindingkan para tokoh agama itu direspon dg penuh semangat oleh mahasiswa dan ormas. Mereka turun ke jalan dengan meneriakkan “SBY harus mundur”. Lagi, gerakan moral bertemu gerakan moral… Jadilah bola panas nan liar… “turunkan SBY”…

E. Politisi Senayan melihat… aha.. ada bola liar yang siap ditendang ke arah gawang sasaran. Amunisi sudah tersedia (kasus2 kontroversial spt Century & sebentar lagi Gayus/Mafia Pajak). Panja, Pansus, Hak Angket, Hak Menyatakan Pendapat, siap digunakan dg melihat eskalasi protes massa. Dengan bantuan media massa yg terkoptasi kepentingan politik & aktif dlm pencitraan negatif SBY, eskalasi protes mudah disulut. Mendadak lm waktu yg sangat singkat protes-protes dari mahasiswa akan bersatu dengan protes rakyat. Suasana di jalanan bisa menjadi semakin tidak terkendali… chaos di depan mata saat wibawa pemerintah ada di titik paling dasar…

F. Pemakzulan sudah di depan mata… Perangkat konstitusional sudah siap sedia, dan pembelotan-pembelotan politik dlm koalisi bisa diciptakan. Sebab, situasi obyektif sudah sangat gawat dan negeri ini harus diselamatkan dr rezim SBY yg pembohong dan melanggar konstitusi. Pemakzulan; kalaupun tidak jelas tingkat keberhasilannya, minimal itu bisa dijadikan sebagai alat penekan atau politik dagang sapi dengan sasaran tembak yang melemah; pemerintahan SBY.

G. Jika pemerintahan SBY bisa terus ditekan, maka di situlah kompromi politik dan bagi-bagi kekuasaan akan terjadi. Jangan bermimpi SBY menggunakan kekerasan atau memanfaatkan militer spt jaman Orba. Itu sdh tidak mungkin dlm era reformasi. Itu juga tidak legitimate, terlebih dlm posisi media massa yang bisa membuat apa saja dengan dalil kebebasan persnya saat ini. Semua ini sudah ada dalam kalkulasi awal.

Pembaca, sykurlah ini bukan hasil analisis BIN hahahaha… Ini analisis orang awam belaka. anda boleh setuju atau tidak dengan skenario hasil imajinasi saya ini dlm mengkritisi fenomena politik nasional belakangan ini. Walau saya merasa ini bukan sesuatu yg mustahil, tapi jujur dalam hati saya berharap skenario itu tidak terjadi. Terlalu mahal ongkos politik yang harus dibayar oleh negeri ini, hanya demi memuaskan nafsu politik para pencari kekuasaan tersebut.[tj]

Advertisements

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Opini Blog. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kuda Troya Tuduhan Bohong & Skenario Pemakzulan SBY

  1. Ibu Tuty says:

    Rezim atau kepala pemerintahan sebuah kabinet serta kabinetnya sekalipun nyang enggak pro rakyat nyang hanya pintar pidato, tapi pelaksanaan pembangunan dengan uang besar itu direkayasa dan dibiarkan jatuh ke pihak-pihak nyang enggak bertanggung jawab, pemimpin nasional nyang enggak ngawasi ketat dan enggak beri sanksi keras, perlu digulingkan oleh mahasiswa dan seluruh rakyat. Mereka perlu didemonstrasi masif dengan uang dan moral semua komponen oposisi pihak lawan di negara itu, baik dengan campur tangan asing maupun tidak. Orang-orang di negara-negara itu hebat karena selalu menyurati negara-negara maju seperti Amerika dan Kanada agar rezim mereka digulingkan saja. Di Indonesia mungkin perlu juga. Pemimpinnya juga hanya pintar pidato, pintar bicara, katanya, akan melaksanakan proyek-proyek pengentasan kemiskinan dan pangan. Tapi jangan-jangan dana-dana itu dicairkan untuk ditilep orang-orang mereka, TST. Atau presiden tidak mengawasi ketat dan lemah.

    • Jalur revolusi & kudeta berpotensi besar mengorbankan rakyat dan mengundang kudeta atau cara yg sama saat ada pihak yg tidak puas. Jalur konstitusional adl jalur yg demokratis, minim resiko politik, dan sehat utk perkembangan demokrasi. Melihat berbagai kelemahan ini memang mudah muncul sikap tidak sabar, tetapi itu harga yg harus dibayar dlm proses berdemokrasi. Jadi sikap terbaik menurut kami adl tetap berada di jalur konstitusional yg demokratis. Tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s