Kerusuhan Massa – Mahfud MD: Ada Kesalahan Manajemen Pemerintahan

Media Indonesia online, Kamis, 10 Februari 2011 22:16 WIB.

JAKARTA–MICOM: Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan berbagai aksi kerusuhan yang terjadi belakangan ini merupakan akibat kesalahan manajemen pemerintahan.

Hal ini disampaikan Mahfud usai rapat konsultasi MK dengan Komisi III DPR, Kamis (10/1).

“Menurut saya, itu masalah manajemen saja. Saya tidak melihat pada substansi aturan. Menurut saya, yang salah itu manajemen pemerintahan dan implementasi aturan,” ujarnya.

Ia pun menilai, yang salah dalam manajemen itu khususnya adalah masalah keamanan. Pasalnya, negara, dalam hal ini kepolisian dan TNI diberikan kewenangan untuk memiliki senjata dan melindungi rakyat.

“Yang salah ya manajemen itu, khususnya lagi keamanan. Ini tidak berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Keamanan itu selalu terlambat. Itu masalah manajemen karena terjadi berkali-kali. Kan jadinya terlambat berkali-kali,” tegasnya.

Ditambahkan Mahfud, negara punya kewajiban menjaga keamanan rakyatnya, termasuk dengan menggunakan senjata.

“Negara itu mempunyai monopoli secara konstitusi untuk menggunakan senjata untuk menjamin keamanan rakyatnya. Oleh karena itu, kalau sampai orang berkumpul, anarki, teriaki orang, itu kan masalah manajemen. Jadi yang salah bukan aturannya. Aturannya sudah bener,” imbuhnya.

Ia pun menghimbau agar masyarakat mayoritas tidak menindas minoritas.

“Saya ingin menghimbau ke seluruh anak bangsa, supaya tidak melakukan tindakan diskriminasi berdasarkan kekuatan jumlah orang. Mayoritas dan minoritas itu tidak boleh. Jadi misalnya orang Islam mau sok, wah ini mayoritas kita. Kita yang tentukan. Itu tidak boleh,” paparnya.

“Karena di sini kita mayoritas, tapi di tempat lain kita diinjak-injak juga. Itu tidak sehat bagi bangsa.”

Mahfud pun enggan berkomentar atas negara yang disebut gagal. Dengan alasan sudah masuk ranah politis, mantan anggota DPR itu menyatakan dirinya tidak tahu definisi negara gagal.

“Itu sudah ranah politis, ya. Saya tidak bicara itu lah. Negara gagal? Saya tidak tahu definisi negara gagal,” ujarnya sembari tertawa.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud setuju penggunaan senjata untuk menindak mereka yang bersikap anarki. Menurut Mahfud, hal itu diperlukan sebagai bagian dari pencegahan agar kekerasan tidak meluas.

“Ya tidak apa-apa. Ini kan untuk menyelematkan bangsa dan negara. Itu polisi dan tentara dibentuk oleh konstitusi untuk itu, untuk menggunakan senjata. Tapi yang lain tidak boleh, selain polisi dan tentara. Justru harus digunakan untuk mencegah anarki,” pungkasnya. (CC/OL-3)

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Integritas Mahfud MD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s