Sikap Ketua MK Mahfud MD

Kepemimpinan yang kian langka di negara kita.

ISU panas seputar dugaan kasus suap dan pemerasan di tubuh Mahkamah Konstitusi (MK) terus menggelinding. Tim investigasi dugaan suap dan pemerasan oleh hakim MK menyerahkan hasil temuan tim kepada Ketua MK Mahfud MD, Rabu (8/12) sore. Meski baru hari ini hasil temuan dipublikasikan, namun pernyataan anggota tim Adnan Buyung Nasution, membuat perhatian orang kian tertuju ke lembaga itu.

Buyung mengatakan, tim menemukan indikasi kuat adanya pelanggaran hukum dan kode etik yang diduga dilakukan oknum di MK. Tentu saja, apa yang disampaikan pengacara senior ini, juga apa pun hasil temuan tim nantinya, tidak serta merta membuktikan memang benar terjadi praktik suap dan pemerasan di lembaga MK.

Perlu proses untuk ‘mengesahkan’ tuduhan yang awalnya dilontarkan Refly Harun dalam tulisan di Harian Kompas, 25 Oktober lalu. Perlu sejumlah tahapan mulai dari penyelidikan lembaga penegakan hukum seperti kejaksaan, polisi, atau KPK, hingga akhirnya persidangan dan vonis hakim di pengadilan.

Namun nalar awam mengatakan, terlalu berani bagi ahli tata negara seperti Refly Harun, dua tokoh dengan reputasi seperti Buyung mengatakan hal miring tentang MK jika tidak didukung data dan fakta yang memadai. Kita tetap harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah dalam melihat masalah ini.

Sambil menunggu bagaimana kisah tentang MK berakhir, menarik mencermati sikap Mahfud MD menyongsong hasil temuan tim investigasi yang juga dipimpin Refly Harun itu. Kemarin, Mahfud tegas-tegas menyatakan dirinya siap mundur dari jabatan sebagai orang nomor satu di MK jika dugaan adanya suap dan pemerasan oleh hakim konstitusi, terbukti benar.

Bagi dia, sikap berani mundur tersebut diperlukan sebagai bagian dari upaya mengadang korupsi di negeri ini. “Integritas serta konsistensi sikap itu, menurut saya lebih berharga daripada sekadar jabatan sebagai ketua MK,” kata Mahfud.

Sikap mantan menteri pertahanan era Presiden Abdurrrahman Wahid ini patut diapresiasi. Sejak awal bola panas ini digelindingkan Refly, Mahfud menyikapinya dengan memilih metode penyelesaian yang tidak biasa dilakukan di negeri ini. Alih-alih membantah habis-habisan-seperti reaksi umum pejabat negara yang dapat tudingan miring-Mahfud justru merespons dengan membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki benar tidaknya dugaan itu.

Dan, bukannya menunjuk orang dari kalangan internal MK, mahfud justru meminta Refly untuk memimpin langsung tim sekaligus membuktikan sendiri dugaannya tersebut. Keseriusan Mahfud menyikapi tudingan miring atas lembaganya juga terlihat dari personalia tim yang bukan terdiri dari sembarang orang. Mendengar nama-nama dengan reputasi seperti Adnan Buyung Nasution, Saldi isra (ahli hukum tata negara), Bambang Harymurti (anggota Dewan Pers), dan Bambang Widjojanto (aktivis penegakan hukum), publik pasti maklum bagaimana bobot dan integritas tim ini.

Mahfud meminta tim menemukan bukti-bukti awal yang menguatkan dugaan suap dan pemerasan. Jika bukti-bukti awal cukup kuat, Mahfud menjamin MK akan menindaklanjutinya ke KPK, Kejaksaan Agung dan kepolisian. Mahfud juga meminta tim tidak takut menyebutkan nama hakim MK yang diduga melakukan suap dan pemerasan jika memang demikian adanya.

Sikap terbuka yang ditunjukkan Mahfud, mestinya memberi inspirasi bagi para pejabat publik di negeri ini. Memberikan akses untuk penyelidikan dan pembuktian adalah sikap yang seharusnya diambil para pejabat ketimbang langsung membantah membabi buta ketika muncul dugaan praktik KKN di lembaganya. Logika yang dipakai Mahfud adalah, jika memang tidak salah, jika tidak ada ‘apa-apa’, mengapa harus takut untuk diselidiki.

Kesiapannya untuk mundur jika dugaan coreng moreng di tubuh MK terbukti benar, juga merupakan sikap yang langka dan patut ditiru. Itu lah bentuk kepemimpinan yang bertanggungjawab. Ketika ada masalah dengan lembaga yang dipimpinnya, maka dia lah yang paling pertama memikul tanggung jawab-bukannya mencari kambing hitam dan menimpakan kesalahan hanya kepada jajaran di bawahnya. Itu lah wujud kepemimpinan yang amanah. Kepemimpinan yang kian langka di negara kita.(*)

Advertisements

About MAHFUD MD - SRI MULYANI FOR 2014

Menggagas Duet Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati pada Pilpres 2014
This entry was posted in Ulasan tentang Mahfud MD. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s