Hari-Hari Terakhir Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan

https://mahfudsrimulyani.wordpress.com

Sri Mulyani: Ke Jakarta Aku kan Kembali...

Jpnn, Jum’at, 14 Mei 2010 , 06:39:00

MEMAKAI baju bermotif batik yang dipadu dengan celana panjang berwarna putih gading, Sri Mulyani semringah. Senyumnya selalu mengembang saat menyambut tamu-tamunya di rumah dinas, kompleks perumahan menteri Widya Chandra I Nomor 3, kemarin siang (13/5).

Menkeu yang pada 1 Juni nanti menyandang jabatan baru sebagai bos Bank Dunia itu menggelar acara perpisahan dengan para wartawan yang biasa meliput di kantornya.

Saat memberikan sambutan, wanita kelahiran Lampung, 26 Agustus 1962, tersebut menunjukkan banyak sisi humanis. “Tadi pagi (kemarin, Red), saat menyisir rambut, saya menemukan dua uban. Sudah tua juga ya saya,” kata wanita yang dikenal tegar dan tegas itu.

Doktor ekonomi lulusan University of Illinois, AS, tersebut lalu me-review perjalanan karirnya. Mulai menjadi pengamat ekonomi, masuk ke International Monetary Fund (IMF), menjabat menteri PPN/kepala Bappenas, hingga menduduki kursi Menkeu.

Putri ketujuh di antara sepuluh bersaudara pasangan (alm) Prof Satmoko dan (alm) Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko tersebut mengatakan, kepindahan ke Washington nanti bagai mengulang kisahnya pada 2004. Saat itu dia menjabat executive director IMF di AS. “Waktu itu Pak SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Red) menelepon saya untuk ikut fit and proper test,” paparnya.

Lalu, Sri Mulyani dipercaya menjadi menteri PPN/kepala Bappenas, dilantik pada 20 Oktober 2004. Karena itu, dia harus buru-buru balik ke Indonesia. “Padahal, saat itu sembilan hari lagi saya genap dua tahun di IMF. Kalau genap dua tahun, saya dapat banyak benefit (keuntungan, Red),” ungkap dia.

“Mulai holiday (hak liburan, Red) sampai tunjangan. Tapi, ya sudah, saya kan tidak mungkin meminta kompensasi. Nah, saat ini kejadiannya terulang. Untung, Adwin sudah selesai (sekolah, Red), tinggal yang kecil,” lanjut dia.

Adwin Haryo Indrawan adalah anak kedua Sri Mulyani dan Tonny Sumartono. Dia baru saja lulus dari SMA Al Azhar Jakarta dengan nilai ujian nasional (unas) di atas 50. Sedangkan anak ketiga mereka, Lukman Indra Pambudi, baru naik ke kelas IX SMP Al Azhar Jakarta. Anak pertama mereka, Dewinta Illinia, kini menimba ilmu di Australia.

Ketika balik ke Indonesia enam tahun lalu, Sri Mulyani meninggalkan keluarganya di AS. Suami dan tiga anaknya tinggal beberapa lama di AS untuk menyelesaikan berbagai urusan. Termasuk, mengurus kepindahan sekolah.

Kemarin Adwin duduk membaur dengan para wartawan. Dia mengatakan tidak akan ikut ke AS. “Saya sudah diterima di (fakultas) kedokteran UI dan ekonomi UGM. Tapi, yang UGM saya lepas, saya ambil kedokteran UI saja. Sayang kalau dilepas (dan ikut ke AS, Red),” ucap dia. Meski harus hidup sendiri di Jakarta, Adwin merelakan ibunya bertugas di Washington. “Ya senang saja. Asal yang terbaik buat ibu dan negara, ya nggak apa-apa,” ujar dia.

Saat memberikan sambutan, Sri Mulyani juga berbicara tentang anaknya itu. “Kemarin anak saya senang sekali,” katanya sambil tersenyum. Sebab, akhir pekan lalu Chelsea merebut gelar juara Liga Inggris setelah menundukkan Wigan Athletic 8-0.

Adwin, papar Sri Mulyani, adalah penggemar berat klub yang bermarkas di London tersebut. “Selain menang 8-0, Drogba (striker Chelsea Didier Drogba, Red) meraih sepatu emas (sebagai top scorer, Red). Anak saya senang sekali. Maka, demamnya langsung sembuh,” ucapnya lantas tertawa.

Wanita tersebut memang dikenal sangat dekat dengan keluarga. Karena itu, kepergiannya ke AS dinilai sebagai hikmah karena dia bisa lebih sering berkumpul bersama keluarga. “Sebagai manusia, sometimes we just need a break. Ada saat-saat kita harus mencurahkan waktu lebih untuk keluarga,” tutur wanita yang akan meluncurkan buku 1001 Pertanyaan tentang APBN tersebut.

Menyandang jabatan mentereng sebagai Menkeu dan dikenal tegas, Sri Mulyani tetap seorang ibu yang sangat senang jika bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Menurut beberapa stafnya, Sri Mulyani selalu semringah saat menerima SMS dari sang suami yang tak lupa menanyakan apakah dirinya sudah makan atau belum.

Menteri yang dipilih majalah Forbes sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia dan ke-2 di Indonesia pada 2008 itu juga wanita biasa yang perlu merias diri. Contohnya, di tengah kesibukan membahas APBN Perubahan 2010 di Komisi XI DPR yang diwarnai boikot anggota Fraksi PDIP bulan lalu, Sri Mulyani menunduk agak lama. Ternyata, dia mengoleskan lipstik di bibir. Ketika tahu dilihat wartawan, Sri Mulyani tersipu.

Dalam beberapa bulan terakhir, dia memang menghadapi tekanan berat terkait dengan kasus bailout Bank Century. Maka, muncul pula berbagai spekulasi mengenai kepergiannya ke AS.

Namun, Tonny menyikapi kepindahan ke AS tersebut dengan bijak. “(Kepindahan, Red) itu bergantung istri saya saja. Dia punya insting, kok. Sejak pacaran, kemudian menikah, hidup kami selalu mengalir. Yang jelas, prinsip kami, ambil yang terbaik dan buat manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat,” ujar advisor Yayasan Dharma Bhakti Astra tersebut.

Karena kepindahan Sri Mulyani tergolong mendadak, Tonny masih akan menyelesaikan beberapa urusan di Indonesia. Yang langsung ikut berangkat ke AS hanya anak bungsunya, Lukman. “Saya ngurus-ngurus di sini dulu, nanti nyusul. Mudah-mudahan tahun ini juga,” ucap dia. “Repot juga punya anak di tiga benua. Jadi, saya nyiap-nyiapin semuanya dulu,” imbuhnya lantas tertawa.

Tonny mengakui belakangan ini hampir setiap malam berdiskusi dengan istrinya. “Kami buat matriks perencanaan. Kami buat plan A, B, C, dan lain-lain. Sebab, di sana (AS, Red) nanti kami harus sewa rumah sendiri, beli mobil sendiri, nyetir sendiri. Di sini kan jadi pejabat itu manja. Semua diurusin. Di sana tidak, kami harus mandiri,” paparnya.

Teman-teman Tonny dan Sri Mulyani di AS dulu sudah mendengar rencana kedatangan mereka dan mulai berkomunikasi. “Mereka senang kami kembali ke sana. Mereka sudah kangen pengajian. Dulu, saya koordinatornya, bukan karena saya yang paling pintar soal agama, tapi yang lain tidak mau jadi koordinator,” tutur Tonny lantas tertawa.

Berencana berapa lama tinggal di AS dan apakah segera kembali ke Indonesia” Tonny hanya tersenyum. “Ya, saya pasti kembali,” sahut Sri Mulyani.

Setelah menjalani masa tugas sebagai managing director Bank Dunia pada 2014, Sri Mulyani berjanji kembali. Seakan menjawab keraguan para wartawan, ketika diminta menyanyi, Sri Mulyani melantunkan lagu Koes Plus, “Ke Jakarta aku kan kembali. Walaupun apa yang kan terjadi…” (*/c11/cfu)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sri Mulyani Didukung jadi Presiden RI 2014

SMI: Tahun 2014 masih lama

Jpnn, Rabu, 19 Mei 2010 , 19:10:00

JAKARTA – Presiden SBY disebutkan bakal segera mengumumkan nama Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Rabu (19/5) malam ini, di Cikeas. Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati (SMI) justru terlihat tenang dan menikmati momen-momen terakhirnya menjabat sebagai Menkeu, sebelum tanggal 26 Mei depan bertolak ke Washington DC untuk menjalani tugas sebagai Managing Director World Bank.

Setelah sepanjang hari menghadiri berbagai acara perpisahan, baik di jajaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) maupun bersama sivitas akademika di LPM UI, Rabu (19/5) sore, Sri Mulyani terlihat meluangkan waktu untuk melayani sebuah life chatting yang dilakukan oleh sebuah media online, di ruang kerjanya di kantor Kemkeu. Berbagai pertanyaan pun menyerbu Sri Mulyani di situ. Namun yang paling menarik, selain menyatakan dukungan atas kepindahannya ke World Bank, SMI juga mendapat dukungan untuk menjadi calon presiden (capres) pada tahun 2014 mendatang. Terhadap itu, Sri hanya menjawab singkat, “Tahun 2014 masih lama.”

Dukungan untuk menjadi capres di tahun 2014 itu, terlihat begitu banyak masuk dalam daftar pertanyaan. Contohnya, dari seseorang ber-ID Enicmatic_al, yang menanyakan seandainya dia menjadi Presiden, apakah SMI mau menjadi Menkeu lagi? Sri Mulyani justru menjawabnya dengan bercanda, “Sebaiknya anda terpilih dulu menjadi Presiden, baru saya bicara belakangan.”

Dalam live chatting tersebut, Sri pun banyak menjawab berbagai pertanyaan unik dan menarik. Misalnya saja, ada yang bertanya perihal apakah Sri Mulyani pernah memasak nasi goreng untuk Presiden SBY. SMI pun menjawabnya dengan menuliskan, “Seingat saya, memasak nasi goreng untuk anak saja tidak pernah, apalagi untuk Pak SBY.” Sementara di beberapa jawaban chat lainnya, Sri juga mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah wanita hebat, melainkan (hanya) wanita beruntung yang memiliki keluarga yang hebat.

Saat ada yang bertanya, apa yang akan dirindukannya dari Indonesia setelah nanti tidak lagi berada di tanah air, Sri Mulyani mencatatkan jawaban (bahwa ia) akan merindukan makanan yang enak, nyiur melambai, tanah yang wangi, padi yang menguning, juga Jakarta yang bising. “Semua itu akan membuat saya rindu,” tulisnya. Saat ada yang bertanya di manakah alamatnya di Washington DC, karena akan mengirimkan paket hadiah, Sri mengaku belum memiliki rumah di tempat tugas barunya nanti. “Kirimkan saja ke Departemen Keuangan. Nanti mereka akan mengirimkan ke alamat saya,” tawar Sri memberi jawaban.

Dalam kesempatan tersebut, SMI pun sempat menjawab pertanyaan perihal penyelesaian kasus Century. Saat ada yang bertanya, bagaimana sikap para bankir terkait Century, Sri mengatakan kalau para bankir sependapat bahwa bailout Century adalah langkah yang tepat dalam menyelamatkan bangsa saat itu. “Para bankir menyatakan bahwa penyelamatan sistem keuangan dan perbankan merupakan kebijakan yang tepat dalam mengatasi dampak krisis global. Namun sayang, tidak ada satupun bankir yang diundang oleh Pansus untuk menyampaikan pandangannya dalam kasus Bank Century. Itu menunjukkan bahwa proses politik yang terjadi, tidak dilandasi oleh niat baik untuk membuka kebenaran dan mencari akar persoalan dari masalah Bank Century,” tulisnya memberi jawaban.

Di penghujung kegiatan chatting itu, Sri pun lantas mengakhiri interaksinya dengan masyarakat Indonesia via internet itu dengan ucapan terima kasih. “Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaannya. I love u full. I’ll be back,” tulisnya pula, sambil memasang emoticon berbentuk senyuman.

Sementara itu, dari istana dikabarkan bahwa pengganti Sri Mulyani akan diumumkan oleh Presiden SBY di kediamannya, di kawasan Puri Cikeas, pada pukul 19.30 WIB. Beberapa nama kandidat yang coba dihubungi wartawan, memilih untuk tidak banyak berkomentar. Anggito Abimanyu, Kepala BKF yang disebut-sebut berpeluang menjadi Menkeu, kepada wartawan hanya berkata singkat, “Kita lihat saja nanti.”

Hal senada pun diungkapkan oleh Kepala PPN/Bappenas Armida Alisjahbana dalam pesan singkatnya pada wartawan. “Wait and see,” tulisnya. (afz/jpnn)

Posted in Sisi Lain Sri Mulyani | Leave a comment

Mundur Terhormat ala Sri Mulyani

SMI mundur terhormat

JPNN, Rabu, 05 Mei 2010 , 11:43:00

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani dipastikan akan memenuhi permintaan para poltiisi DPR untuk mengundurkan diri. Ini jika Sri Mulyani menerima tawaran, sekaligus diizinkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menduduki posisi yang lebih terhormat sebagai salah seorang managing Director Bank Dunia. Bu Ani – begitu Sri Mulyani biasa di sapa- sebelumnya juga terpilih sebagai salah satu wanita berpengaruh di Asia akan menjadi wanita asia pertama yang duduk di jajaran puncak Bank Dunia.

Mengutip berita dari Reuters, keterangan resmi tentang itu dinyatakan oleh pihak Bank Dunia dalam pernyataannya, Selasa (4/5) waktu setempat. Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan, Sri Mulyani merupakan Menteri Keuangan terkemuka saat ini, yang bisa memainkan peran kunci untuk memimpin Bank Dunia dalam menguatkan dukungan klien dan melaksanakan reformasi.

Sri bahkan disebutkan akan segera berkantor di Washington DC, per tanggal 1 Juni 2010, menggantikan Juan Jose Daboub yang akan mengakhiri masa jabatannya selama empat tahun terakhir. Dijelaskan pula bahwa jabatan managing director itu sendiri hanya satu tingkat di bawah Presiden Bank Dunia.

Seperti ditulis oleh BusinessWeek, Juan Jose Daboub, satu dari tiga managing director yang ada, akan resmi selesai bertugas pada 30 Juni depan. Selama ini, tugas managing director yang satu ini mencakup koordinasi di sekitar 74 negara, mulai dari kawasan Amerika Latin, Karibia, Asia Timur dan Pasifik, hingga Timur Tengah dan Afrika Utara. Daboub sendiri sebelumnya adalah mantan Menkeu El Salvador.

Menurut keterangan World Bank pula, managing director terakhir yang ditunjuk Zoellick adalah Ngozi Okonjo-Iweala, yang mantan Menkeu Nigeria, pada Oktober 2007 lalu. Sementara satu orang managing director lagi, Graeme Wheeler, sebelumnya pada Januari lalu, telah menyatakan pula bahwa ia pun bakal meninggalkan lembaga tersebut akhir bulan depan. Wheeler sendiri sebelumnya adalah salah seorang pejabat keuangan di Selandia Baru.

Penunjukan Sri sebagai Managing Director Bank Dunia itu bisa disebut menjadi catatan prestasi tersendiri. Pasalnya, selama ini belum pernah terjadi ada wakil (tokoh) dari Asia yang sampai pada posisi seperti yang ditawarkan kepada Sri tersebut. Sri sendiri, ketika ditemui usai acara Ikanas di Ritz-Carlton, Jakarta, mengakui bahwa informasi dan penunjukannya sebagai orang kedua di Bank Dunia tersebut adalah benar.

“Berita itu benar, dan saat ini saya tentu bergantung pada persetujuan dari Bapak Presiden. Saya akan tetap menjalankan tugas dan menjalankan proses sebagai Menteri Keuangan selama masa transisi satu minggu ini,” katanya.

Saat ditanya perihal surat pengunduran dirinya sebagai Menkeu, Sri mengatakan belum bisa memberikan keterangan resmi terlebih dahulu soal itu. “Sementara itu dulu statement dari saya. Tolong dihargai saya. Saya hanya membenarkan, bahwa memang penunjukan itu benar,” katanya singkat. (afz/ito/jpnn)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Inilah Daftar Hantaman untuk Sri Mulyani

Dipuji dunia internasional dan dihujat politisi senayan, tetapi tetap dicintai pendukungnya.

TEMPO Interaktif, Jakarta – Selama menjabat sebagai menteri keuangan Sri Mulyani telah membuat banyak gebrakan. Tapi, dia juga mendapat banyak hantaman dari politikus senayan. Berulang kali kebijakannya yang tegas terpaksa lumer oleh manuver politikus-politikus Senayan.

Padahal, di luar negeri, kebijakan Sri Mulyani itu dipuji banyak kalangan, termasuk Bank Dunia. “Dia akan menyumbangkan keahlian dan pengalamannya kepada Bank Dunia,” ujar Presiden Bank Dunia Robert Zoellick seperti dikutip Bloomberg, Rabu (5/5). Menurutnya, Sri memiliki pengalaman berharga dalam memimpin perekonomian negara yang menghadapi permasalahan kemiskinan. “Berhasil mengendalikan ekonomi Indonesia di tengah krisis ekonomi global, menerapkan perubahan-perubahan penting, dan mendapat salut dari rekan-rekannya di seluruh dunia,” tulis rilis resmi Bank Dunia.

Di puji di negeri orang tapi dia dihantam di negeri sendiri, itulah Sri Mulyani yang mengawali kariernya sebagai Menteri Keuangan sejak 2004. Sebelum menjabat Menteri Keuangan sejak 2004, pakar ekonomi Universitas Indonesia ini menjabat Direktur Eksekutif International Monetary Fund kawasan Asia Pasifik.

Inilah daftar hantaman untuk Sri Mulyani:

** KASUS LAPINDO
29 Mei 2006
Lumpur muncrat di dekat area pengeboran Lapindo Brantas Inc milik Grup Bakrie di Sidoarjo, Jawa Timur. Menteri Keuangan Sri Mulyani,  mengatakan tidak ada dana di APBN 2006 dan 2007 untuk menanggulangi semburan lumpur itu. Berulang kali ia menyatakan Bakrie yang harus bertanggung jawab. Tapi akhirnya Sri mengizinkan dana bencana APBN 2006 dipakai untuk korban lumpur Lapindo.

** CEKAL PENGUSAHA BATU BARA

Agustus 2008
Departemen Keuangan meminta Imigrasi mencekal 14 pengusaha batu bara, termasuk petinggi di Grup Bakrie, karena menunggak pembayaran royalti kepada negara. Total seluruh tunggakan perusahaan itu Rp 3,9 triliun, yang tak dibayarkan sejak 2001. Pencekalan dilakukan atas permintaan Menteri Keuangan,? ujar Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Imigrasi Syaiful Rahman.

“Utang itu kan belum tentu,” kata Aburizal, yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, kepada Tempo di kantornya. ?Sekarang kita lagi lihat apakah pemerintah yang berutang atau perusahaan yang berutang. Biar diputuskan melalui pengadilan.?Sementara menurut Sri Mulyani, “Ini masalah utang royalti, yang merupakan penerimaan negara bukan pajak”.

8 Oktober 2008
Akhirnya status cekal terhadap 14 eksekutif perusahaan batu bara penunggak royalti dicabut. Mennurut Direktur Jenderal Imigrasi Basyir Achmad Barmawi pencabutan status cekal atas permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Alasannya, para pengusaha sudah menunjukkan iktikad baik dengan menyetorkan uang jaminan sebesar Rp 600 miliar ke rekening pemerintah pada 19 September 2008

** SUSPENSI PERDAGANGAN ENAM EMITEN GRUP BAKRIE
7 Oktober 2008
BEI melakukan suspensi perdagangan enam emiten dari Grup Bakrie, yakni PT Bumi  Resources Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Bakrieland Development Tbk,  PT Bakrie & Brothers Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrie
Telecom Tbk.

17 Oktober
BEI mencabut suspensi perdagangan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Bakrieland  Development Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk. Harga saham tiga perusahaan itu langsung anjlok.

5 November
BEI membatalkan keputusannya membuka suspensi sesaat sebelum perdagangan sesi pertama dengan dalih “atas permintaan pemerintah”.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikabarkan mengancam mundur karena ia kecewa dengan keputusan pemerintah soal pembatalan suspensi itu. Menteri Keuangan menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pukul 23.00. Wakil Presiden Jusuf Kalla
membantah kabar mundurnya Sri Mulyani.

6 November
BEI akhirnya mencabut suspensi saham PT Bumi Resources Tbk.

14 November
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui pemerintah membantu suspensi saham PT Bumi Resources Tbk dengan dalih melindungi pengusaha nasional. “Masak Bakrie hanya sedikit dibantu satu-dua hari tidak boleh? Tidak bisa kita berpikir  seperti itu. Tidak ada diskriminasi. Itu terlalu kecil bantuannya kalau hanya minta tolong dilihatin dibanding yang lain.”

** KISRUH SAHAM NEWMONT NUSA TENGGARA
Saat menjabat pelaksana tugas Menko Perekonomian, Sri Mulyani menolak keinginan Bakrie membeli 14 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. Sri Mulyani meminta agar seluruh saham divestasi Newmont dibeli oleh perusahaan negara.
Tetapi setelah jabatan Menteri Koordinator Perekonomian berpindah ke Hatta Rajasa, Bakrie melalui Multicapital akhirnya bisa mendapatkan 75 persen dari 14 persen saham Newmont Nusa Tenggara.

** KASUS CENTURY

10 Desember 2009
Dalam wawancara dengan harian Wall Street Journal,  Sri Mulyani mengakui ketegangan antara dirinya dan Bakrie bermula tahun lalu ketika dia menentang suspensi saham Bumi Resources. Demikian juga pencekalan terhadap sejumlah petinggi perusahaan batu bara.”Aburizal Bakrie tak senang dengan saya,” kata Sri Mulyani dalam wawancara dengan harian Wall Street Journal  “Saya tak berharap orang-orang di Golkar akan berlaku adil dan berbaik hati dengan saya selama penyelidikan.”

3 Maret 2010
Paripurna DPR tentang Century menyetujui Opsi C berupa kesimpulan bahwa terdapat kesalahan dalam pengambilan kebijakan FPJP dan PMS dan pelaksanaan kebijakan.

** DIISUKAN MUNDUR

Januari 2010
The Jakarta Post mengutip sumber yang dekat dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dalam berita tersebut, disebutkan Aburizal alias Ical dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dan sepakat untuk mengganti Sri Mulyani dengan Anggito Abimanyu. Anggito dianggap dekat dengan Ical dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa..

Anggota Fraksi Golongan Karya di Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, mendukung jika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diganti dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu. Meskipun belum mengetahui kabar itu, Bambang menilai keterlibatan Sri Mulyani dalam skandal Bank Century telah menggoyang pemerintah. “Dari pada terus mempertahankan, akan menggangu kinerja pemerintah,” kata Bambang kepada Tempo.

** AMANAT PRESIDEN DAN BOIKOT DPR

26 Maret 2010
Presiden mengeluarkan surat amanat presiden  R-21/Pres/03/2010 tentang penunjukan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebagai wakil pemerintah ke DPR untuk membahas Perubahan APBN yang semula hanya diwakili Menteri Keuangan.

3 Mei 2010

PDI Perjuangan dan Partai Hanura meninggalkan sidang paripurna DPR yang membahas rapat APBN Perubahan 2010 yang dihadiri Sri Mulyani.

Tempo Interaktif, Rabu, 05 Mei 2010 | 12:35 WIB.

Posted in Ulasan Tentang Sri Mulyani | Leave a comment

Sri Mulyani Minta KPK Pertegas Status Kasus Century

Saya berharap KPK dapat menetapkan kesimpulan agar ada kepastian hukum dan masyarakat juga dapat gambaran yang lengkap dan fakta hukum yang sebenarnya.

Jpnn, Selasa, 04 Mei 2010 , 21:52:00

JAKARTA — Tiga penyelidik dari Komisi Pemberantasan Komisi (KPK), akhirnya menuntaskan pemeriksaan terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantor Kementrian Keuangan, sekitar pukul 20.00 WIB. Usai pemeriksaan yang berlangsung selama hampir 6 jam sejak pukul 14.00 itu, Sri Mulyani tampak terlihat lelah. Meski demikain ia tetap menggelar konfrensi pers terkait pemeriksaan kedua yang dijalaninya tersebut.

Mengenakan blazer warna coklat gelap, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemeriksaan kemarin Selasa (4/5) merupakan rangkaian dari pemeriksaan tambahan guna memberikan informasi kepada KPK terkait pengambilan keputusan bailout senilai Rp6,7 triliun untuk Bank Century. Sebelumnya, Sri Mulyani sudah sekali diperiksa pada Kamis (29/4) pekan lalu

Secara keseluruhan, kata Sri Mulyani, keterangan yang disampaikannya terkait tugas dan kewenangannya selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam proses penanganan Bank Century. Pokok keterangan tersebut meliputi proses penetapan sistemik dan proses penyerahan dari komite keuangan ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sri Mulyani mengungkapkan, penyelidik KPK juga meminta keterangan mengenai rapat-rapat yang dilakukan oleh KSSK, di antaranya rapat konsultasi pada tanggal 13 November 2008, rapat konsultasi tanggal 17 November 2008, sampai dengan 19 November 2008, serta rapat pengambilan keputusan bailout yang dilakukan pada tanggal 20-21 November 2008.

Selain itu, KPK juga menanyakan latar belakang krisis itu sendiri, dokumen-dokumen yang dihasilkan pada saat rapat, bahkan kondisi sebelum terjadinya krisis. Sebagaimana Sri Mulyani sering mengataan, pada periode Juli-November 2008 memang terjadi gejolak perekonomian yang mengarah ke krisis, baik itu gejolak pasar modal, Surat Utang Negara, Obligasi Pemerintah dan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah hingga lahirnya 3 Perppu.

“Perlu diingat, sebenarnya pemberian keterangan yang kami lakukan hari ini merupakan pemberian keterangan tambahan. Karena pada tahun lalu, yakni pada tanggal 30 November 2009 bertempat di kantor ini, saya selaku Kemenkeu, telah mengundang dan menyampaikan secara langsung dan proaktif, bahkan jauh sebelum proses politik terjadi,” kata Sri Mulyani.

Katanya, saat itu KPK telah diundang Sri Mulyani untuk datang ke Kemenkeu dan dilakukan pertemuan secara terbuka termasuk pada publik melalui media massa. Kemenkeu saat itu telah memberikan informasi, menunjukkan data-data serta dokumen di Kemenkeu yang berkaitan dengan Bank Century.

“Saat itu dengan inisiatif kami sendiri, sebagai bentuk tanggungjawab kami kepada publik, kami telah sampaikan kepada KPK bahkan dengan melakukan wawancara seperti saat ini. Secara institusi, kami memberikan KPK ruang yang seluasnya, untuk melakukan rekonstruksi, gelar perkara, selidik, dan memberikan data-data primer yang faktual sebagai bentuk dukungan kami agar kasus Century ini dapat diselesaikan oleh KPK,’’ kata Sri Mulyani.

Segala bentuk proses pemeriksaan oleh KPK terhadap Bank Century, dikatakan Sri Mulyani, baik secara pribadi sebagai warga negara Indonesia yang sama dimata hukum, ataupun sebagai Menteri Keuangan selaku pejabat publik, dihargai secara positif.

‘’Saya secara pribadi maupun sebagai pejabat publik, ingin tunjukkan kepada masyarakat, bangsa dan negara, bentuk tanggung jawab dan memenuhi kewajiban akuntabilitas dengan penuh kesadaran dan keinginan untuk memberi KPK akses yang seluas-luasnya. Kita juga memberikan akses mengenai bagaimana proses itu dibuat, notulennya termasuk juga kami berikan berbagai pertimbangan, bagaimana keputusan itu dibuat. Dilema apa saat itu yang terjadi dan bagaimana pilihan itu diambil. Termasuk mengenai berapa biaya dan kalkulasi untuk mencegah krisis hingga akhirnya Indonesia dianggap sebagai negara yang mampu melewati krisis,” jelas Sri Mulyani.

Dengan segala proses yang panjang ini, baik secara lisan maupun dalam bentuk data tertulis, akhirnya Sri Mulyani meminta agar seluruh proses yang telah dilaluinya dapat segera berakhir pada kepastian hukum. Dengan nada agak rendah dan wajah yang penuh raut kelelahan, Sri Mulyani pun mengatakan, bahwa bagaimanapun, dirinya adalah seorang warga negara Indonesia yang juga memiliki hak untuk segera mendapatkan kepastian hukum.

‘’Saya berharap KPK dapat menetapkan kesimpulan agar ada kepastian hukum dan masyarakat juga dapat gambaran yang lengkap dan fakta hukum yang sebenarnya. Dan juga untuk menghindarkan masyarakat dari suasana prasangka atau bahkan pemvonisan kepada berbagai pihak,’’ kata Sri Mulyani seolah mengungkapkan isi hatinya.

Ditambahkannya, sebagai pejabat publik dirinya juga memerlukan kepastian hukum untuk dapat menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dengan sebaik-baiknya. ’’Karena kami terus melaksanakan yang namanya transparansi,akuntabilitas dan kewenangan keteraturan dalam adminitsrasi. Kami akui, ini proses yang harus dijalani pejabat publik yang tidak ringan, namun kami jalankan sesuai dengan kewenangan dan penuh tanggungjawab,’’ tegas Sri Mulyani.(afz/jpnn

Posted in Berita Media | Leave a comment

Sri Mulyani Indrawati: Reformasi Tidak Setengah Hati

sri mulyani calon presiden 2014

Sri Mulyani: ”Saya menganggap, saya diangkat bukan karena perempuan”

Di kalangan kabinet persatuan, boleh dibilang nama Sri Mulyani Indrawati cukup menonjol. Selain memegang jabatan cukup menantang sebagai Menteri Keuangan –di mana ia harus mengelola anggaran negara sebanyak Rp.750 trilyun, berhubungan dengan para wajib pajak, eksportir, importir, pelaku bursa saham hingga semua instansi pemerintah—ia juga sedang melakukan reformasi besar-besaran di lingkungan departemennya. Di tengah memburuknya reputasi departemen yang dipimpin, Anik—nama akrabnya– ingin mengembalikan fungsi birokrasi dalam arti yang sesungguhnya sebagai pelayan masyarakat.

Ekonom Moh. Chatib Basri mengomentari seniornya itu sebagai salah satu menteri yang memiliki performa dan kinerja terbaik. ”Saya kira berkaitan dengan karakter Anik yang tegas, perfeksionis, dia pasti akan tegas melakukannya. Dia itu tipe orang yang kalau punya obsesi dan target tidak gampang menyerah,” Chatib menampakkan optimismenya. Dan memang inilah yang diharapkan. Dalam dua tahun terakhir bisa dibilang kerja besar yang dilakukannya telah memberikan sinyal yang lebih baik, lepas itu belum sampai pada target yang diraih: ”menjadikan depkeu selalu setia menjada kepentingan negara Indonesia di tengah globalisasi, dipercaya dan dibanggakan rakyat Indonesia.”

Dia ternyata tak hanya jago kandang. Di berbagai forum perekonomian internasional, doktor ekonomi lulusan University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat ini selalu tampil percaya diri dan cerdas mengkritisi berbagai kebijakan perekonomian dunia. Tak heran bila ia pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia versi Emerging Market—sebuah harian bisnis terkemuka di London serta The Finance Minister of The Year in The World 2006 versi Euromoney . Di tengah situasi bangsa yang sudah lama tak memberi prestasi internasional, jelas penghargaan ini sungguh berarti. Ahmed S. Hariri, Direktur Regional Islamic Development Bank (IDB) memuji, ”She is articulate professional, smart and can bring good change to ministry.” Sebagai catatan, Anik adalah gubernur IDB untuk Indonesia.

Barangkali pujian itu tak berlebihan. Pencapaian posisinya saat ini merupakan hasil kerja keras yang telah dimulai puluhan tahun lalu. Mantan dosen dan Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) ini pernah masuk ke jajaran kekuasaan melalui Dewan Ekonomi Nasional (DEN) semasa Presiden Abdurrahman Wahid. Posisinya menguat saat dia diangkat menjadi Direktur Eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara yang berpusat di Washington. Ia kembali ke Indonesia ketika diminta Presiden SBY menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas sebelum menjadi Menkeu saat ini.

Pengalaman bekerja di berbagai institusi yang berlainan jelas memberikan kontribusi besar pada dirinya. Ia jauh lebih mudah beradaptasi terhadap lingkungan yang dimasukinya. “Kalau penyesuaian dipikirkan malah membuat kita bingung, sebaiknya kita biarkan mengalir saja,”ujarnya. Apalagi pekerjaan ini masih sama dengan bidang yang sangat dicintainya. ”Saat di akademis, saya menulis dan mengamati pemerintah. Saat duduk di pemerintahan, saya mengamati kualitas menteri dan birokrasi. Nah, karena menteri hingga gubernur bank sentral saya kenal, jelas dari sisi personal mereka bukan ”strange person” buat saya,”ungkap wanita kelahiran Tanjung Karang, 26 Agustus 1962.

Yang dipikirkannya hanyalah bagaimana memimpin institusi besar yang beranggotakan lebih dari 66 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia. ”Karena ini sebuah amanah, ya, saya jelaskan saja pada seluruh pegawai. Presiden mengatakan ini…UU mengatakan ini…yuk kita jalankan bersama-sama…,”katanya yang terasa lebih mirip seperti ajakan seorang ibu terhadap anaknya. ”Saya menganggap pekerjaan di depkeu sangat berat dan sangat penting karena sangat menentukan bagaimana negara ini memajukan dirinya. Tidak ada pilihan lain selain bekerja sama.” tukasnya. Dengan gaya kepemimpinan ini, dia merasa tak ada kendala yang berarti. ”Selama ini, so far, so good.”

Sejak awal dia berusaha untuk membangun suasana kekeluargaan di dalam institusinya. Ini berarti dia harus merangkul beragam dirjen (direktorat jendral) yang selama ini berdiri sendiri. ”Memang ada penyesuaian pada awalnya. Tetapi setelah mereka melihat lebih banyak keuntungannya, akhirnya banyak yang mau. Keputusan juga akan lebih bagus bila informasinya bisa dibagi, sehingga bisa dapat masukan lebih baik,” ia membuka rahasia. Apalagi mereka juga memahami betapa tidak mudahnya menjadi pejabat belakangan ini. ”Jangankan keputusan, ngomong salah saja sudah dimarahi seluruh masyarakat. Karena itu harus selaku dikondisikan.”

Dia menganggap bahwa pertemuan dan diskusi dalam tim adalah salah satu hal yang sangat penting. Harapannya: tidak ada dominasi, memupuk rasa saling percaya, dan menjadi bagian dari sebuah keluarga sebagai tanggung jawab dari manusia publik.”Bisa saja kita dititipi interest karena kita semua juga bergaul, gak papa, saya juga tidak mengatakan bahwa kita harus jadi manusia terisolasi. Tapi kalau ada interest bilang saja, bu ini ada proposal seperti ini, background-nya seperti ini, ya kita akan lihat. Kalau memang propoal itu sesuai dengan kebijakan publik, baik dan mengikuti rambu-rambu peraturan, kita masih bisa olah seperti normalnya. Yang penting keterusterangan,” ungkapnya sembari menegasnya pentingnya sebuah environment.

Beban dan kekhawatiran pasti ada. ”Tapi saya menganggap bahwa yang dilakukan adalah amanat publik. Saya mencoba mempelajari dengan rasional dan perasaan,” tukasnya. Rasional artinya berpikir jernih tentang kebijakan yang dilakukannya, lalu dengan hati, ia bertanya apakah ia mengkhianati kepercayaan publik. ”Saya pikir, apakah saya akan bisa menyenangkan setiap orang pasti tidak. Kalau kita mikirnya start-nya dari bagaimana membuat semua orang happy ya pasti akan repot. Saya justru kadang harus membuat orang tidak happy, termasuk bawahan saya, supaya mereka tahu bahwa ada hal yang belum pas.”

Sebagai ekonom, dia bukan seorang penganut ideologi tertentu. ”Saya rasa cita-cita saya pada kemanusiaan. Ekonomi adalah ilmu yang untuk memperbaiki bagaimana manusia menggunakan keterbatasannya, dayanya, untuk memperbaiki kualitas,” tukasnya. Tapi ia mengakui kekagumannya pada metodologi yang dilakukan oleh para tokoh itu untuk mereduksi atau membuat masalah lebih mudah untuk dilihat. Lalu muncullah nama Lucas, seorang ahli matematika dari universitas Chicago, Milton Friedman untuk ekonomi klasik, John Maynard Keynes, serta Irma Adelman. Sebagai catatan, saat ini dia tengah membaca buku Pijar-Pijar Filsafat (Franz Magnis Suseno), Puteri China (Sindhunata). Di mobil dinasnya, ia meletakkan buku postkolonial dan sosiologi yang siap untuk dibacanya kapan pun. Dengan pengetahuan ini tidak heran apabila ia selalu memandang sebuah persoalan secara kompleks dan mendalam.

Tonny Sumartono – suami dan patner diskusi Anik sejak masa kuliah di UI– memberikan gambaran ”Bila seorang pecatur dunia sudah mengantisipasi 7 langkah ke depan, Anik selalu mengantisipasi 4 langkah ke depan. Dia selalu memiliki Plan A, Plan B, yang tidak pernah terpaku pada satu plan.” Dengan kepekaan insting dan kemampuan ”membaca psikologi orang yang dihadapi”, dia selalu tampil percaya diri dan cemerlang di berbagai kesempatan. Tentang ini, ia menanggapi, ”Mungkin karena saya merasa nyaman di bidang ini (ekonomi), jadi tak ada rasa malu untuk menunjukkan kekhasan. Saya nggak pernah mikirin, menikmati saja. Saya pikir ini bukan soal PD atau tidak PD. Tapi, seperti mengerjakan sesuatu yang sangat menyenangkan saja.”

Tak hanya soal ekonomi, mode pun dikuasai. Lihat saja busana polkadot yang dikenakan saat wawancara yang membuatnya terlihat segar di pagi itu. Ketika ditanya apakah memiliki konsultan mode, ia langsung terbahak. ”Pada dasarnya, saya ini suka menjahit,” anak ke-7 dari 10 bersaudara dari sebuah keluarga guru ini memulai ceritanya. Sejak kecil, ia sering melihat mode di majalah Gadis. ”Saya minta uang Ibu untuk membeli kain, lalu saya bikin sendiri,” matanya tampak berbinar-binar, senang. ”Kakak saya kagum..Karena kita bukan dari keluarga kaya, bila saya bisa mengenakan baju baru, mereka nggak bisa membayangkan. Pertama, mereka harus beli, atau dia ke penjahit. Dua-duanya terlalu mahal,” ungkap putri Prof Drs. Satmoko (mantan rektor IKIP PGRI Semarang) dan Prof. Dr. Retno Sriningsih (Ketua Paska Sarjana Universitas Negeri Semarang.)

Hingga kini, dia masih memikirkan sendiri seluruh busana yang dimilikinya. Namun karena sibuk, ia menyerahkan kainnya pada penjahit langganannya –yang tak lain adalah kakak iparnya– untuk membuatkan busana sesuai keinginannya. Karena memiliki daya ingat kuat dan gaya menganalisisnya cepat, maka ketika ia melihat sepintasan majalah atau melewati pertokoan, ia langsung menyerapnya dan membuat busana sesuai keinginannya. ”Kadang, dia menggunting modelnya dari koran mingguan,” cerita Tonny. Bahannya? ”Kalau saya lagi kumat, kayak kemarin, saya pergi sendiri ke pasar Mayestik untuk cari bahan,” Anik terkekeh.

”Saya bukan orang yang suka brand hebat-hebat. I’m just a normal people, lagian gaji menteri nggak tinggi-tinggi amat loh.” Dia lalu menyebut nama Ann Taylor, dengan nada yang kurang nyaman, untuk label jas yang dipilihnya karena memiliki ukuran yang pas. Sementara nama desainer Indonesia yang disebutnya, Ghea Panggabean. ”Saya nggak ada waktu untuk pergi. Waktu sosial saya tereduksi oleh pekerjaan.” Karena itulah ia memanfaatkan waktu luangnya untuk spa di sebuah spa lokal. Sementara kalau di rumah, aktivitas yang paling disukainya treatmil, bernyanyi (karaoke) dan melukis.

Agustus tahun lalu, ia bersama Cak Kandar memamerkan karya-karyanya dalam tema Dua Sisi Mata Uang.”Sebagai pelukis, saya bayangkan saya seperti Affandi, kok rasanya jauh lebih ekspresif. Saya menganggapnya begitu, penuh dengan passion,” tutur Anik yang seandainya jadi penikmat, ia menyukai karya Monet. ”Sekarang saya lagi tertarik untuk belajar palet,” tandasnya. Sebuah isyarat bahwa dia adalah orang yang serius dalam mendalami satu hal.

”Dia dikenal berwibawa dan kadang keluar galaknya sebagai menkeu, tapi di rumah dia menjalankan kewajiban sebagai ibu dan istri dengan sangat baik,” ungkap Tonny yang telah menikahi Anik sejak 20 tahun lalu. “Dia juga memiliki insting tambahan yang berupa kepekaan terhadap keluarga, terutama terhadap anak-anak,” Tonny menjelaskan bagaimana Anik menempelkan tubuhnya ke tubuh anaknya yang panas dengan penuh perasaan dan suhu badan anaknya berangsur-angsur normal. “Ini adalah kebiasaan yang diturunkan dari ibunya. Anik bahkan bisa menebak suhu tubuh anak saya waktu itu,”kisah Tonny. Ketika anaknya kena Demam Berdarah, Anik memilih absen di sebuah rapat kabinet beberapa waktu lalu. ”Anak adalah segala-galanya buat dia,”jelas Tonny.

Dengan sedemikian banyak kesibukan kantor bagaimana ia membagi waktu dengan keluarganya? Dengan taktis Anik menjawab,”Waktu pekerjaan dan keluarga jangan dibagi, nanti bingung, dapat sedikit atau dapat banyak. Yang penting poin-nya jelas. Saya harus ketemu anak saya yang paling kecil sebelum tidur,” ungkap ibu Dewinta Illinia (17), Adwin Haryo Indrawan (14) dan Luqman Indra Pambudi (11). ”Mereka tahu kok, ibunya perlu dicium setiap hari. Kalau tak dicium, ibunya nggak bisa tidur,” tambahnya. Setiap ada acara, khususnya parlemen, dia selalu berpamitan, ”You know, when di parlemen saya nggak bisa memastikan waktu pulang.” Untuk itu, sebelum berangkat ke parlemen, dia selalu pulang dulu untuk memberi ciuman pada anaknya. Sesuatu yang membuatnya selalu gembira dan bergairah!. (Rustika Herlambang)

Fotografer: Indra Leonardi
Make Up: Nuke Galdira

Tentang Anik:

Menjadi ekonom sesungguhnya bukan cita-cita masa kecilnya. Dibesarkan dalam keluarga guru (dosen), sempat terpikirkan untuk menjadi guru taman kanak-kanak. Saat itu, ia—seperti juga kakak-kakaknya yang lain—diminta orang tuanya untuk mengambil pendidikan di jurusan kedokteran atau teknik, satu jurusan yang dianggap memiliki pekerjaan dan status sosial yang jelas, di universitas di sebelah barat, yakni UI atau ITB. “Saya bosan meneruskan fisika, kimia atau biologi. Saya tidak suka kedokteran karena sering melihat kakak saya bawa preparat,” ia mulai mbalelo dengan mengambil jurusan psikologi dan ekonomi sebagai pilihan pertama. “Mungkin karena matematikanya bagus,” tukas

Masuk ekonomi menjadi hal yang menyenangkan juga untuknya. Apalagi saat itu, ada beberapa menteri yang mengajar. Ada hubungannya antara yang dipelajari dengan apa yang sehari-hari tercantum di surat kabar. ”Ekonomi berhubungan langsung dengan masyarakat. Dari sisi ilmunya, ada metodologi, memformulasikan atau melihat masalah dan juga analoginya. Karena pada dasarnya saya suka psikologi, ternyata ilmu ekonomi mengobservasi tentang tingkah laku konsumen, produsen yang memang kemudian diabstrakkan,”ungkapnya.

Di kalangan wartawan, dia dikenal cool dan percaya diri. “Dia adalah menteri yang artikulasinya bagus banget untuk menjelaskan kebijakan perekonomian yang susah dibantahkan. Dia juga sangat profesional dan bisa menjadi ikon bagi sebuah perekonomian di Indonesia,” Wahyu Muryadi, mantan juru bicara presiden era Gus Dur yang juga menjabat sebagai redaktur eksekutif majalah Tempo mengomentari.

Setiap perubahan kecil biasanya menimbulkan konflik. Anik sadar betul tentang soal ini. Tapi dia punya cara ampuh untuk menghadapi tekanan akibat perbedaan tekanan dan kepentingan: Dikompromikan. Bila tak bisa kompromi ya jadi konflik. Kalau konflik harus dicarikan solusi yang lebih baik. Tapi kalau masalah prinsip, ya apa boleh buat, harus saling memilih. Kalau belum sampai puncak konflik, kita masih bisa diskusikan secara rasional dan obyektif.

Dan bagaimana ia bekerjasama?”Karena saya dari keluarga besar, 10 bersaudara, saya biasa tidur rame-rame. Saya pikir pekerjaan yang dikerjakan bersama-sama akan lebih mudah,” tukas wanita kelahiran Tanjung Karang 26 Agustus 1962.

”Reformasi ini lebih banyak menghasilkan winner dari pada looser. Dalam artian saya memberikan kesempatan kepada teman-teman keuangan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka bukanlah birokrat yang jelek,”lanjutnya. ingin menjadikan depkeu yang selalu setia menjaga kepentingan negara Indonesia di tengah globalisasi, dipercaya dan dibanggakan rakyat indonesia,“

Sebagai pejabat publik, dia menginginkan anak buahnya memiliki kecintaan terhadap bangsa. Cinta itu, seperti diungkapkan Anik, seperti halnya cinta pada anak-anak kita. ”Jadi kita akan lebih mencintai pekerjaan kita karena ada cita-cita yang penting untuk bangsa. Kalau tak ada kecintaan itu, sebaiknya bekerja di privat sektor saja,” tegas Anik. Tak bermaksud menyindir, tapi rasanya akan banyak, dan jauh lebih banyak, yang tersindir. (RH)

NEW STORY

Di tengah ramainya pembicaraan mengenai Bu Aniek yang akan diangkat sebagai Managing Director di World Bank, saya teringat akan sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang teman yang sangat dekat dengan beliau. Kisah ini sepertinya seperti menguatkan betapa powerful-nya Sri Mulyani, yang mungkin tak banyak orang yang mengetahui.

Berikut salah satu petikan ceritanya:

Pada sebuah pertemuan kenegaraan, sayang saya lupa, Presiden Amerika Barrack Obama berpidato terlalu lama. Padahal, pada jam itu seharusnya acara pidato Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Pada menit-menit menjelang waktu yang dijadwalkan, Obama belum menampakkan tanda-tanda akan mengakhiri pidatonya. Pak SBY sudah mulai kelihatan gusar dan marah. Para ajudan kebingungan dan berdiskusi pada ajudan Obama agar bos mereka menghentikan pidatonya. Namun para ajudan tersebut tak berani melakukannya. Akhirnya, pidato itu berakhir tepat pada masa istirahat. Mood Pak SBY semakin tak beraturan. Melihat kejadian itu, Bu Aniek yang kebetulan berada dalam ruangan yang sama dengan Obama dan keduanya sudah berteman baik langsung mendatangi Presiden Amerika – kok ya kebetulan Presiden Amerika itu sudah menegurnya terlebih dahulu. Tanpa basa-basi, Bu Aniek langsung bilang,” Pak Presiden, Anda mengambil waktu pidato Presiden saya. “ Obama terkaget-kaget mendengar pernyataan spontan itu. Lalu dengan cepat, Obama mencari SBY dan minta maaf atas kejadian itu. Setelah itu, SBY pun diberikan waktu khusus untuk berpidato. Senyuman lantas kembali mengembang. Seluruh tim kembali tenang.

Catatan 7 Mei 2010

Perbincangan ini terjadi pagi ini, ketika Sri Mulyani menjadi bahan pembicaraan seluruh dunia. Sayang, saya tak dapat menghubungi beliau, kendati hanya untuk mengucapkan selamat. Karena pengunjung blog saya membuncah menuju artikel ini, maka siapa lagi yang bisa saya mintakan informasi selain pada Pak Tonny?

Berikut salah satu petikannya:

Yang saya lakukan selama ini, di tengah pemberitaan, situasi perpolitikan yang panas, hanyalah menjaga Aniek supaya sehat secara fisik. Kesehatan ini sangat penting, karena ia harus menghadapi berbagai persoalan berat yang terus menghadang. Kedua, menjaga supaya ia sehat secara emosional. Bagaimanapun juga, beban yang disandang lebih banyak masalah emosional ketimbang esensi persoalan itu sendiri. Maka di rumah, saya berusaha untuk membuat suasana lebih nyaman dan tenang. Anak-anak baik-baik dan sehat-sehat saja. Semoga dengan begini, Aniek bisa lebih tenang dan nyaman.

Yang pasti, kondisi keluarga Bu Aniek sedang sibuk sekali. Mereka mempersiapkan kepindahan Bu Aniek ke Washington dalam beberapa hari ke depan. Bayangkan, hanya dalam beberapa hari, dan Bu Aniek sudah bertugas di Amerika, meninggalkan orang-orang yang selama ini membantunya. Keresahan memang terjadi di antara orang-orang terdekatnya, seperti supir dan ajudan. Tapi tahukah Anda, bahwa bu Aniek ternyata memikirkan kondisi mereka juga dan memberikan solusi atas mereka?

“Salah satu resep kekuatan Bu Aniek dalam melewati seluruh persoalan pada dirinya adalah…olah raga. Treadmill dan berenang! Ketika kepala memasuki air, seluruh persoalan seperti ikut tenggelam. Lalu ketika bergerak, ia seperti ingin membuang semua tahanan yang mengganggu pikirannya. Seusai berolah raga… ia menjadi sehat dan sungguh kuat dalam menghadapi berbagai persoalan.”

Sumber: Blog Rustika Herlambang.

Posted in Sisi Lain Sri Mulyani | Leave a comment

Mahfud: Bersih Dari Korupsi, Racuni Saja Semua Pejabat

SURABAYA (Berita SuaraMedia) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bercerita dalam sambutannya tentang pejabat korup, di depan 300 pengurus Korpri Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tampak tegang.

“Saya punya teman seorang hakim, dia terkenal korup, tapi pinter sekali menyembunyikannya,” ujar Mahfud, di acara bertema “Sosialisasi MK dan pengembangan budaya sadar konstitusi bagi anggota Korpri”, di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Senin malam.

Mahfud melanjutkan, Hakim tersebut bercerita kepada dirinya, meski melakukan jual beli perkara, menyimpan uang hasil korupsinya di rekening seorang temannya. Sehingga beberapa kali diperiksa, si hakim tidak terbukti memiliki harta berlebihan.

Mahfud mengatakan, hanya saja, tiba-tiba hakim ini sakit lumpuh sehingga tidak bisa lagi bekerja. “Sakitnya aneh, untuk bergerak dari bangun tidur saja dia membutuhkan suntikan obat dari Singapura senilai Rp 30 juta. Malamnya, jika ingin tidur dia juga harus disuntik lagi Rp 30 juta,” paparnya.

Mahfud, Ketua MK ini melanjutkan ceritanya, karena sangat merepotkan keluarganya, hakim ini lantas dibiarkan begitu saja oleh keluarga hingga akhirnya meninggal dunia. “Ya begitulah korupsi, hasil korupsi pasti membuat hidup tidak tenang,” lanjutnya.

Di hadapan 300 pengurus Korpri Pemprov Jatim, dirinya menjelaskan, bagaimana tidak nyamannya hidup para koruptor. “Orang itu kalau korupsi, ada polisi lewat saja dia sudah tidak nyaman. Bahkan ada mobil pemadam kebakaran dikira polisi,” jelas Mahfud.

Dalam suasana yang tegang, Mahfud lantas mengakhiri cerita tersebut, dengan guyonan Madura. “Pernah ada sidang di MK, yang jadi saksi orang Madura. Dia bilang tidak bisa ngomong bahasa Indonesia, tapi setelah ada seorang penerjemah, eh, dia malah bilang terjemahannya keliru. Jadi saya ngomong bahasa Indonesia saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD berpendapat, dirinya pesimistis bahwa Indonesia akan terbebas dari praktik korupsi yang sudah menjadi budaya dan mendarah daging. Untuk mengatasi hal tersebut, Mahfud juga sudah kehabisan akal dan perlu tindakan lebih tegas lagi bagi para pelaku korupsi.

“Banyak teori pemberantasan korupsi, tapi buktinya tidak mempan. Sekarang tinggal diracun saja semua pejabat kita, mungkin negara ini baru bersih dari korupsi,” ujarnya, saat membuka acara Sosialisasi MK dan Pengembangan Budaya Sadar Konstitusi bagi anggota Korpri Jatim di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya.

Di Indonesia saat ini, Mahfud mengatakan, telah banyak buku karangan para pakar maupun profesor mengenai trik maupun cara memberantas korupsi. Namun, karena korupsi telah mengakar, teori apapun dipastikan tidak akan mampu menghilangkan budaya korupsi itu.

“Kalau mau main sepak bola saja harus korupsi. Ada tarifnya untuk memilih wasit dan mengatur gol. Korupsi juga telah menjalar ke level lembaga keagamaan. Di masjid sekarang juga ada korupsi, ada takmir yang jual pengeras suara,” paparnya.

Lebih lanjut, Mahfud menambahkan, ada skandal korupsi yang jauh lebih besar daripada skandal makelar kasus (markus) pajak yang melibatkan Gayus Tambunan dan oknum petinggi Polri. Sayangnya, dirinya enggan membuka kasus ini ke publik.

“Saya tahu dan saya dapat beberapa yang jauh lebih besar. Saya kan Ketua MK, cuma saya katakan biar diledakkan oleh pihak lain saja. Saya dapat datanya ketika 31 Maret 2010 didatangi seorang anggota DPR. Tunggu saja, dia sudah bilang akan membuka kasus ini,” imbuhnya.

Mahfud meyakini, kasus korupsi yang lebih besar dari kasus Gayus itu jumlahnya jauh lebih banyak. Bahkan kasus korupsi besar menurut dia juga terjadi di tubuh penegak hukum mulai Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman. (fn/z2k) www.suaramedia.com. (Selasa, 06 April 2010 15:46)

Posted in Integritas, Kapabilitas, Pengalaman, dan Wawasan | Leave a comment